Menikmati Sunset di Botutonuo

Panorama keindahan alam pantai Indonesia selalu ada dimana-mana. Satu di antaranya bisa dilihat di Pantai Botutonuo, yang berada di alamat Kabupaten Bone Bolango, Kelurahan Kabila Bone, provinsi Gorontalo. Pantai yang bersih dan berkesan enjoy.

Menuju ke lokasi pantai Botutonuo mudah ditempuh. Melalui jalur darat hanya butuh waktu sekitar 25 menit dari pusat kota Gorontalo. Infrastruktur jalan ke lokasi wisata ini lumayan bagus, karena beraspal hitam. Namun harus berhati-hati, sebab jalurnya berkelok-kelok, menurun, menanjak dan jalur berada di tepian pesisir serta tebing-tebing karang. Dalam perjalanan ke Pantai Botutonuo, Anda akan disuguhkan pinggiran pantai Leato Selatan Kota Gorontalo.

Bila berjalan di siang hari, kondisi geografis menuju pantai Botutonuo sangat panas. Tetapi bila di malam hari hawa dingin terasa karena hembusan angin pantai. Di pinggiran jalan menuju lokasi di ramaikan pemukiman penduduk.
Seperti biasanya, Pantai Botutonuo begitu padat oleh pengunjung. Warga Gorontalo maupun dari luar Gorontalo mengunjungi tempat ini. Pantai ini memiliki menu khas wisata. Pasir pantainya putih, airnya masih bersih alami, belum terkontaminasi zat-zat tertentu. Lalu di pinggiran pantainya juga masih ditumbuhi beragam pepohonan hijau yang rindang dan puluhan pohon kelapa. Kondisi ini memberikan kesan yang sejuk dan menyegarkan, membuat rasa selalu betah di Pantai Botutonuo.

Oleh warga setempat, Pantai Botutonuo dijadikan lokasi wisata komersil. Beberapa warga setempat ada yang mengelolanya, merawat dan menjaga agar dapat menghasilkan pendapatan. Karena Pantai Botutonuo begitu luas terhampar dan memanjang, maka oleh warga setempat dibuat kapling-kapling pantai. Mereka memberikan petunjuk kapling dengan penamaan lorong pantai dari satu sampai enam. Di tiap-tiap kapling ada fasilitas dan suasana pantai yang berbeda.

Untuk sementara, masuk ke lorong pantai, pengunjung tidak dipungut biaya. Bisa bebas masuk tanpa harus membayar ongkos. Hanya saja, bagi mereka yang ke pantai membawa motor atau mobil, dikenai biaya parkir sebagai upah jasa keamanan. Di dalam lorong Pantai Botutonuo, pengunjung dapat menikmati fasilitas yang disediakan oleh warga setempat. Fasilitas tersebut adalah gubuk Gazebo yang berukuran besar, dikenai uang sewa Rp 50 ribu, ini bisa dipakai sepuasnya. Dan bagi yang mau jajan makanan juga, ada warung-warung warga.

Selain itu, ada ban dalam karet. Pengunjung yang ingin pakai ban dalam karet harus membayar uang sewa seharga Rp 25 ribu. Ban dalam ini fungsinya sebagai alat pelengkap berenang agar lebih enjoy dan aman, biasanya sangat disukai oleh anak-anak. Itulah dunia wisata yang ada di Gorontalo. Provinsi dari pecahan Sulawesi Utara ini memang memiliki kekayaan pesisir pantai. Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Provinsi Gorontalo, bumi Hulandalo ini memiliki dua wilayah pesisir dan laut di Selatan yang panjang garis pantai 320 kilometer dan luas teritorial 7,4 kilometer persegi.

Sedangkan yang ada di bagian Utara Gorontalo, yang berhadapan dengan perairan Laut Sulawesi memiliki panjang garis pantai 270 kilometer dan luas teritorial 3, 10 kilometer persegi.  Seharusnya, potensi tersebut bisa jadi andalan utama dalam mengeruk pendapatan daerah Gorontalo. Terutama di sektor pariwisata, karena di banyak negara, bisnis wisata itu merupakan penyumbang pendapatan negara yang sungguh membanggakan.