Menyusuri Ke’sakralan’an Goa Sunyaragi, Cirebon

Beragam Gaya Arsitekturnya

Goa Sunyaragi
Goa Ini Buatan Manusia bukan Alam

Ingin mengenal lebih dekat sejarah Goa Sunyaragi yang terletak di Cirebon ? Sekilas cagar budaya atau situs bersejarah ini terkesan misterius.  Namun, kemisteriusannya ini malah banyak mengundang wisatawan untuk datang dan melihatnya lebih dekat.  Lepas dari sederet cerita mistik yang melekat pada goa ini, keunikan dan keindahan arsitekturnya sangat menarik perhatian.

Goa Sunyaragi ini unik, tidak seperti goa kebanyakan yang berada di dalam tanah melainkan hadir di atas permukaan tanah.  Bahkan, goa ini lebih mirip candi, dengan beragam gaya arsitektur.  Goa ini berada dalam kawasan komplek Keraton Pakungwati, peninggalan dari masa Kesultanan Cirebon.

Goa Sunyaragi
Situs Sejarah Yang Masih Tersisa

Kompleks Goa Sunyaragi menyajikan arsitektur yang bercita rasa tinggi pada abad pertengahan, dengan memadukan beberapa gaya arsitektur, mulai dari Indonesia dengan tema klasik, Timur Tengah, Tiongkok kuno dan gaya Eropa dengan style renaissance-nya.  Semuanya menyatu, berselimutkan budaya dan filosofi lokal. Yah, menciptakan perpaduan yang sangat unik dan tak ada duanya. Area seluas 15 hektar ini benar-benar sangat mengesankan dan jadi rebutan banyak wisatawan untuk bisa mengabadikan gambarnya disini!

Goa ini sering juga disebut sebagai Taman Sari Sunyaragi.  Nama ‘Sunyaragi’ berasal dari bahasa Sansekerta, dari asal kata ‘Sunya’ yang berarti ‘sepi’ dan asal kata ‘ragi’ yang berarti ‘raga’.  Dahulu, goa ini merupakan tempat bersemedi / meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.  Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Goa Sunyaragi juga disebut Taman Air Goa Sunyaragi.  Bahkan, dahulu goa ini dikelilingi danau yaitu Danau Jati yang kini sudah mengering dan dilalui jalan by pass Brigjen Dharsono.

Jika dilihat dari fungsi dan kegunaannya, goa ini memiliki 12 bagian dengan fungsinya masing-masing, yaitu, Bangsal Jinem yang berfungsi sebagai tempat Sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih,  Goa Pengawal fungsinya sebagai tempat berkumpul para pengawal sultan.  Goa Pandekemasan fungsinya sebagai tempat membuat pusaka, perhiasan, dan senjata tajam, Goa Simanyang fungsinya sebagai tempat pos penjagaan, Goa Langse fungsinya sebagai tempat bersemedi, Goa Arga Jumud fungsinya sebagai tempat orang penting keraton, Goa Padang Ati fungsinya sebagai tempat bersemedi, Goa kelanggengan fungsinya sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan, Goa Lawa sebagai tempat khusus kelelawar, Goa Pawon fungsinya sebagai dapur penyimpanan makanan, Gua Peteng goa paling gelap yang berfungsi sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh.  Tepat di pintu masuk Gua Peteng, terdapat patung Perawan Sunti dan Kompleks Mande Kemasan (sebagian besar bangunan sudah tidak utuh lagi).

Goa Sunyaragi
Spot-Spot yang Instagenik, Photo by Phinemo_YenniPuspo

Selain terkesan misterius, goa ini juga terlihat sangat sakral.  Hal ini tercermin dari lorong-lorong bekas tempat berkhalawat (pertapaan), kolam-kolam pemandian (petirtaan), ruang-ruang tempat meditasi, dan benda-benda arkeologis lainnya. Pemandangan bangunan dan kompleks goa dengan gaya arsitektur Hindu, Islam, Cina, dan Eropa ini nampak eksotis dengan material batu karang dari laut selatan.

Goa Sinyaragi berusia sekitar 400 tahun. Bangunan goa ini memang sudah tua dan sudah hancur sebagian, tapi destinasi ini sangatlah instagenik.  Traveler dapat meyelusup ke beberapa ruangan yang masih tersisa dan berfoto disana.  Ada mitos yang masih sangat dipercaya warga setempat, yaitu jika ada seorang wanita yang belum menikah menyentuh patung yang bernama Perawan Sunti, maka wanita itu akan sulit mendapatkan jodohnya.  Tapi, jika tidak sengaja menyentuh patung batu tersebut, untuk menangkalnya yaitu segera berjalan ke dalam Goa Kelanggengan yang dipercaya masyarakat setempat melanggengkan segala urusan termasuk urusan jodoh.

Goa Sunyaragi
Goa Sinyaragi berusia sekitar 400 tahun

Goa yang didirikan oleh Pangeran Kararangen yang merupakan keturunan Sunan Gunung Jati ini, beralamat di Jalan Sunyaragi No. 5, Sunyaragi, Kesambi – Cirebon. Untuk masuk ke goa ini, Traveler akan dikenakan biaya sekitar Rp 10,000 – Rp 20,000.

Bagi Traveler pencinta photography dan dunia perfotoan, banyak spot foto yang bisa menghasilkan gambar indah dan menawan.  Kehadiran wahana-wahana baru disana, juga dapat dijadi pendamping dalam pemotretan photo. Ada Balon Terbang, Ayunan Terbang, Sepeda Terbang dan Panahan. Keempat permainan baru ini berlatar belakang keindahan Goa Sunyaragi.(Rafa)