Misteri Moai di Pulau Paskah, Chili

Konon, Ratusan Patung Moai Menghadap Pedesaan karena tengah Melindungi Penduduk Desa

Misteri Moai di Pulau Paskah, Chili
Jejeran Moai yang membelakangi samudera

Moai adalah deretan patung-patung yang dipahat dari batu yang berada di Pulau Paskah (Easter Island), di Negara Chili.  Batu berbentuk wajah yang berjenis monolitis ini terpahat sempurna dan berdiri tegak seakan sedang mengawasi lanskap pulau.  Kehadiran Moai merupakan satu bukti keajaiban dan kecerdasan umat manusia, meskipun maknanya masih menjadi misteri. Yah, keberadaan patung-patung berada di sana memang telah menjadi pertanyaan para peneliti sejak lama dan beberapa hasil penelitian sudah mengungkap jawabannya. Salah satunya berdasarkan rilis dari jurnal Plos One, bahwa patung-patung batu ini didirikan di atas sumber daya alam terpenting manusia, yakni air tawar, karena ditempatkan di dekat sumber air tawar.

Misteri Moai di Pulau Paskah, Chili
Ukuran wajah Moai sangat besar

Pulau Paskah terkenal dengan patung batu masifnya yaitu Moai yang ditemukan pada tahun 1722.  Sejumlah 877 patung raksasa berada tersebar di sekitar kawasan ini. Ratusan patung megalit yang  berukuran masif dan berdiri gagah ini, menjadi ikon Pulau Paskah. Warga lokal menyebut Pulau Paskah adalah Rapa Nui, merupakan kepulauan vulkanik di Samudera Pasifik bagian tenggara.  Kawasan ini merupakan pusat budaya di Polinesia.   Banyak wisatawan yang datang ke tempat ini karena daya tarik unik yang dimiliki Pulau Paskah, yaitu hadirnya ratusan batu-batu monolit yang berbentuk wajah (batu wajah) yang telah berdiri mengawasi lanskap Pulau Paskah selama ratusan tahun.

Misteri Moai di Pulau Paskah, Chili
Karakter wajahnya sangat khas dan terkesan keras

Beraneka ragam ukuran patung-patung wajah ini dan rata-rata sangat tinggi, sekitar 4 meter bahkan ada yang mencapai 10 meter dengan berat sekitar 14 ton bahkan sampai 82 ton.  Uniknya, semua patung memiliki kepala yang berukuran sangat besar.  Yakni mencapai sekitar 2/3 dari ukuran patung.  Dengan memiliki karakter wajah yang sangat khas seperti bentuk hidung yang lebar dan memanjang, telinga segi empat, dagu kuat dan celah mata yang dalam, patung-patung ini rata-rata tidak memiliki kaki namun hanya ada satu patung yang ditemukan berada dalam posisi berlutut.

Jika dilihat lebih detail lagi, patung Moai mengandung beberapa jenis batu yang berbeda-beda, dari 887 patung Moai yang ditemukan, sejumlah 834 di antaranya diukir dari abu vulkanik terkompresi yang dikenal sebagai ‘tuf’. Penduduk asli Easter Island tidak memiliki logam untuk memahat tuf itu, tapi menggunakan alat yang terbuat dari batu yang disebut toki.  13 buah patung Moai diukir dari basal, sedangkan 17 lainnya terbuat dari scoria, yakni sejenis batu merah rapuh, sementara 22 sisanya dipahat dari batu trachyte.

Misteri Moai di Pulau Paskah, Chili
Patung Moai melambangkan simbol kekuatan dan otoritas

Sebagian besar posisi patung-patung ini membelakangi samudera.  Jadi, wajah-wajah Moai ini menghadap langsung ke daerah pedalaman dan pedesaan tempat tinggal para penduduk.  Kecuali satu patung yang menghadap ke laut yang terletak di Ahu Akivi, tempat suci bagi orang Rapa Nui.  Konon, para ahli mengatakan bahwa keberadaan patung-patung Moai melambangkan simbol kekuataan dan otoritas suatu politik dan agama.  Bahkan, sebagian arkeolog pun menjelaskan bahwa patung-patung ini menjadi rumah bersemayamnya roh-roh suci.

Inilah salah satu keajaiban alam yang terjadi di Pulau Paskah, yang menghadirkan ratusan patung yang memiliki makna sebagai leluhur penduduk pertama Rapa Nui. Moai merupakan batu monolit yang ditempatkan dalam posisi berdiri, seolah mengawasi lanskap pulau selama ribuan tahun, yang tengah melindungi penduduk di desa-desa itu. Keberadaan moai menjadi bukti kecerdasan pelaut ulung yang mampu beradaptasi di pulau terpencil dengan sumber daya terbatas.(Simple Destination)