Pesona Tebing dan Air Terjun di Lembah Harau

Resort aka Barayu dan Resort Sarasah Bunta yang paling sering dikunjungi

Pesona Tebing dan Air Terjun di Lembah Harau
Panorama alam yang menakjubkan, Photo by @sumatrabarat

Pesona keindahan provinsi Sumatera Barat tak diragukan lagi.  Banyaknya destinasi wisata yang memukau yang membuat banyak wisatawan tak bosan datang berkunjung.  Salah satu sajian memikat yang membuat orang takjub tak henti-henti yaitu menikmati eksotis alam nan indah di Lembah Harau, kawasan yang siap menghipnotis pengunjung dengan kecantikan alamnya.

Lembah Harau merupakan sebuah ngarai atau lembah yang tercipta dengan keindahan alamnya yang begitu mempesona.   Diapit oleh dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 300 meter.   Kawasan yang dikelilingi oleh tebing-tebing granit yang dihiasi dengan hijaunya pepohonan yang mempercantik tebing-tebing ini, menjadi daya tarik tersendiri untuk memanjakan pandangan mata.  Diantara gagahnya tebing-tebing ini, hamparan sawah hijau di sekitarnya turut mewarnai pesona alam Lembah Harau ini.  Tebing-tebing granit ini mempunyai ketinggian sekitar 80 meter hingga 300 meter.  Benar-benar menakjubkan dan membius para pengunjung yang datang ke lokasi Lembah Harau ini.

Pesona Tebing dan Air Terjun di Lembah Harau
Kontur kawasan ini berbukit-bukit, Photo by @niko.awank

Kawasan yang ditetapkan sebagai cagar alam sejak tahun 1993 lalu ini, tak hanya menyajikan keindahan alamnya saja.  Sejumlah hewan langka turut meramaikan Lembah Harau, seperti siamang, monyet ekor panjang dan simpai.  Berada diantara berbagai jenis tanaman hutan tropis yang tumbuh subur di kawasan ini, habitat binatang-binatang langka ini cukup terjaga keberadaannya.

Lembah Harau memiliki 3 objek kawasan yang bisa dibidik untuk disambangi dan masing-masing kawasan ini memiliki ciri khas tersendiri.  Ada Resort Sarasah Bunta, Resort aka Barayu dan Resort Rimbo Piobang.

Mengunjungi Resort Sarasah Bunta, Traveler siap dijamu dengan cantiknya air terjun.  Ada 6 air terjun yang siap dieksplore dan dinikmati keindahannya.  Ada Air Terjun Sarasah Bunta, Air Terjun Sarasah Murai, Air Terjun Sarasah Aie Angek, Air Terjun Sarasah Aie Luluih, Air Terjun Sarasah Jambu dan Air Terjun Akar Berayun.  Masing-masing air terjun memiliki keunikan dan kekhasan nya tersendiri.

Pesona Tebing dan Air Terjun di Lembah Harau
Air Terjun Sarasah Bonta, Photo by @riaulifeindonesia

Seperti Air Terjun Sarasah Bunta yang merupakan salah satu air terjun yang paling digemari oleh wisatawan karena debit airnya yang deras dan kolamnya yang masih alami.  Juga  Air terjun Sarasah Murai yang memiliki 7 tingkatan dengan ketinggian sekitar 10 meter hingga 15 meter, airnya sangat jernih dan menyegarkan.  Begitu juga Air Terjun Sarasah Aie Angek dengan aliran airnya yang cukup deras dan tinggi, sehingga menimbulkan hempasan angin yang sangat menyejukkan.  Sementara itu, Air Terjun Sarasah Aie Luluih berada di puncak tebing dan memiliki kolam air yang kedalamannya sekitar 6 meter.  Keberadaan Air Terjun Sarasah Jambu terletak dekat dengan gerbang masuk dari arah Payakumbuh, sementara lokasi Air Terjun Akar Berayun yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter ini berada dekat dengan area parkir.

Lembah Harau memiliki landscape alam dengan tebing-tebing nan gagah menawan.  Kawasan Resort Araka Barayu yang menyajikan keindahan tebing-tebing cadas ini, menjadi lokasi yang banyak didatangi pengunjung yang mempunyai jiwa petualang tangguh.  Traveler penikmat adrenalin panjat tebing, menemukan lokasi yang tepat untuk melakukan panjat tebing disini.  Tebing tinggi yang memiliki kecuraman tebing sekitar 90 derajat ini, cukup menantang untuk dipanjat bagi para pencinta panjat tebing.  Tak heran, lokasi ini sering disebut sebagai surganya panjat tebing.

Pesona Tebing dan Air Terjun di Lembah Harau
Kampung Eropa, Salah satu sudut di Lembah Harau

Kedua resort inilah, yaitu Resort aka Barayu dan Resort Sarsah Bunta yang paling sering dikunjungi.  Sementara itu, Resort Rimbo Piobang masih dalam taraf pembangunan.  Selain menikmati keindahan alam yang tersaji di Lembah Harau, jangan lupa menyempatkan diri untuk menikmati keseruan lainnya dan berfoto di beberapa spot foto yang cukup unik. Seperti di Kampung Eropa, salah satu sudut di Lembah Harau yang disulap dengan beberapa bangunan ciri khas dari negara-negara luar.  Ada Kincir Angin Belanda, Menara Eifel Perancis, Museum di Paris Louvre dan beberapa bangunan khas Eropa lainnya.

Dinamakan Lembah Harau, konon nama ini diambil berasal dari kata serak atau parau. Dahulu penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor yang menimbulkan kegaduhan dan kepanikan.  Mereka berteriak histeris sehingga akhirnya suara mereka menjadi serak atau parau.  Suara penduduknya banyak yang parau didengar sehingga kawasan ini dinamakan ‘orau’ yang kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ dan pada akhirnya disebut menjadi ‘harau’.

Pesona Tebing dan Air Terjun di Lembah Harau
Kolaborasi indah hamparan sawah, tebing cadas dan alam nan sejuk, Photo by @alam.sumbar

Lembah Harau yang merupakan cagar alam yang penuh pesona ini luasnya 669 hektar.  Dari hasil survei tim geologi asal Jerman pada tahun 1980, di daerah ini ditemukan jenis bebatuan yang identik dengan bebatuan yang ada di dasar laut, yaitu berupa batuan breksi dan konglomerat.  Tak heran, berdasarkan legenda masyarakat Sarash aka Barayun, dimana pada legenda ini menceritakan tentang sekitar kawasan Lembah Harau ini merupakan lautan.

Objek wisata Lembah Harau memiliki jam operasional dengan buka selama 24 jam.  Dengan bebasnya waktu berkunjung, Traveler dapat bebas kapan pun mau datang untuk menikmati keindahan Lembah Harau ini.  Berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat, jarak dari Kota Padang sekitar 138 kilometer sementara itu hanya 47 kilometer jarak dari kawasan Bukittinggi. Untuk mencapai lokasi wisata ini, rute yang ditempuh cukup nyaman dengan jalan yang sudah mulus dan mudah dilalui.  Jika Traveler bergerak dari Bukittinggi, dapat menggerakkan kendaraannya menuju Payakumbuh. Ikuti jalur yang ada hingga menuju Lembah Harau.(Puteri)