Singkawang dan Kemeriahan ‘Cap Go Meh’ 2020

Kota yang diberi julukan Kota Seribu Kelenteng

Photo by Dhany Marlen

Singkawang tidak boleh terlewatkan dari daftar kota di Indonesia yang merayakan Cap Go Meh secara meriah. Kota yang diberi julukan Kota Seribu Kelenteng ini memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat keturunan etnis Tionghoa, dalam perkembangannya hingga kini.

Photo : by Dhany Marlen

Perayaan Cap Go Meh yang diselenggarakan selama dua hari ini, yaitu 7-8 Februari 2020, merupakan event terbesar di Indonesia. Ramai, heboh, keren, benar-benar tercermin dalam rangkaian acara kemeriahan Cap Go Meh kali ini. Sebanyak 800-an Tatung, Naga, Barongsai, parade ratusan lampion dan berbagai seni budaya lainnya turut tampil memeriahkan disini.

Cerita soal Tatung, yaitu orang yang tubuhnya dijadikan media untuk dirasuki oleh Dewa-Dewi, atau roh-roh leluhur yang mereka percayai, mulai ikut menyemarakkan dalam festival pawai Cap go Meh di Singkawang sejak 250 tahun yang lalu. Mereka yang telah dirasuki tersebut dipercaya akan memiliki kekuatan gaib, dan bertindak di bawah alam sadarnya. Saat para Tatung ini diarak, mereka biasanya dalam keadaan tidak sadar dan melakukan berbagai atraksi yang tidak masuk akal. Seperti menusuk benda tajam kedalam tubuh sendiri tanpa merasakan kesakitan dan mengeluarkan darah.

Photo : by Dhany Marlen

Selain itu, warna warni merah dan kuning emas yang merajai area festival Cap Go Meh ini, sungguh memukau. Menyihir pandangan mata kita untuk takjub dengan nuansa seperti film-film China tempo dulu. Meskipun ada aksen warna lain seperti biru dan hijau, yang menjadi pemanis warna secara keseluruhan, hal itu terutama terdapat pada ornamen pigura, naga yang menjadi interior rumah-rumah khas China di sepanjang festival di Singkawang ini. Belum lagi ribuan lampion bergantungan. Sungguh panorama yang menakjubkan. Tak elok rasanya suasana keren ini tidak di upload di medsos, dengan jaringan XL Axiata, jaringan internetnya jadi lebih stabil, upload pun lancar.

Photo : by Dhany Marlen

Sejarah Cap Go Meh

Cap Go Meh merupakan perayaan acara setelah 14 hari perayaan Imlek berlangsung yaitu pada penanggalan 15 kalender China. Di negara China sendiri nama perayaannya Yuan Xiao atau Shang Yuan, sementara di Barat festival Cap Go Meh disebut Lantern Ferstival atau Festival Lampion yang disebut Hari Kasih Sayang versi China.
Cap Go Meh sendiri diperkirakan sudah berjalan sejak zaman Dinasti Han, yaitu ketika biksu Budha harus membawa lentera untuk ritualnya. Sebagai simbol untuk melepas nasib jelek mereka di masa lalu dan menyambut nasib baik mereka di masa depan, para biksu ini menerbangkan lentera-lentera itu. Itulah makanya Cap Go Meh identik dengan lentera.

Disebut juga hari kasih sayang versi China, karena pada zaman dahulu, ketika wanita-wanita China yang belum menikah dilarang meninggalkan rumah seorang diri kecuali saat perayaan Cap Go Meh. Maka, pada perayaan Cap Go Meh ini, para wanita yang masih sendiri ini menjadikan waktu tersebut waktu bersosialisasi dengan banyak orang, terutama bertemu lawan jenis.

Nah, masih pengen tahu lebih detail lagi info seputar Cap Go Meh. Klik aja di internet, dengan XL Axiata yang sudah terfiberisasi dengan jaringan internetnya yang stabil, segala info Cap Go Meh langsung di dapat. #JaringanInternetStabil #Fiberisasi