Situs Geologi di Sungai Baksooka Punung, Pacitan

Sungai Baksooka Merupakan Lintasan Geologi 

SUngai Baksooka
Pacitan, Baksoka Punung Photo by PortalBeritaPacitan

Unik yah, menyusuri sisa-sisa peninggalan sejarah berupa situs geologi (geosite) yang berada di sungai.  Seperti situs kapak genggam, yang terbuat dari jenis batu Kalsedon dengan ke-khas-annya berciri dua pangkasan pada kedua sisi lainnya.  Kapak ini berasal dari zaman paleolitikum. Jenis kapak inilah yang membuat Pacitan menjadi lebih terkenal dalam dunia prasejarah, yaitu budaya Pacitanian.  Tak heran, julukan sebagai ‘bengkel’ kapak genggam paleolitik melekat pada Sungai Baksooka ini.

Wisata sejarah ini dapat Traveler susuri di sepanjang Sungai Baksooka Punung, dimana sungai ini merupakan lintasan geologi yang menawarkan aspek geologi dan arkeologi. yang menawarkan aspek geologi dan arkeologi.  Yah, sepanjang sungai ini, begitu banyak peninggalan zaman prasejarah, apalagi di sekitar sungai ini terdapat situs peninggalan zaman pra-sejarah yang dikenal dengan Situs Ngrijangan.

Sungai Baksooka
Sungai Baksooka Punung, Photo by TripJalanJalan

Menyusuri keindahan Sungai Prasejarah Basooka ini, dapat dinikmati dimulai dari dusun Keladen Desa Sooka. Atau Traveler dapat langsung ke Spot di Desa Dersono, Desa Bomo maupun titik yang  tersebar disepanjang sungai.  Pada segmen bagian utara, Traveler dapat menemui batuan oligo-miosen dan miosen tengah yang berfungsi sebagai alas batu gamping. Juga pada segmen sungai bagian selatan, terdapat batu gamping yang kaya fosil koral, foraminifera, dan moluska.

Sungai prasejarah Baksooka adalah hulu dari Sungai Maron Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku dan berakhir di Pantai Ngiroboyo Desa Sendang Kecamatan Donorojo.  Sungai yang terbentang dari pegunungan Sewu di daerah Kecamatan Punung dan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan ini, dapat ditempuh dari pusat kota Pacitan kurang lebih sekitar 30 menit.  Di sungai inilah terdapat endapan lempung hitam formasi Kali Pucung yang terbentuk sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.  Sebagai salah satu situs geologi (geosite) geopark gunung sewu, di sepanjang sungai Baksooka terdapat lintasan geologi yang menawarkan aspek geologi dan arkeologi.  Juga ditemukan kapak perimbas.  Kapak perimbas berbahan dasar sama dengan kapak genggam, yaitu batu kalsedon. Peralatan ini memiliki ciri-ciri tajam hanya pada satu sisi. Saat ini, batuan kalsedon yang menjadi alat kapak pada masa lampau, juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk membuat kerajinan batu mulia.  Gunung Sewu secara geologis dan geografis terpisah dari wilayah Pulau Jawa lainnya. Iklimnya  kering dengan nuansa relief bukit kapur, dan banyak goa di sekitar daerah ini.  Hal ini memang cukup ideal sebagai tempat tinggal bagi manusia purba.

Sungai Baksooka
Lempengan di Sungai Baksooka Punung, Photo by PortalBeritaPacitan

Pada musim penghujan, arus Sungai Baksooka termasuk aliran sungai yang sangat deras. Untuk itu, Traveler yang berkunjung diharapkan selalu mawas diri dan berhati-hati.  Dan sebaiknya jika ingin menyusuri keindahan sungai prasejarah ini, datang pada saat cuaca cerah. Tidak ada pungutan biaya apapun, bagi Traveler yang ingin berwisata ke sungai ini. Yang terpenting, setiap wisatawan yang berkunjung kesini, diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Baksooka agar dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.(Rafa)