Talaga Denuh, Misteri Danau di Atas Bukit

Dikelilingi Banyak Situs Sejarah

Talaga Denuh, Misteri Danau di Atas Bukit
Danau Unik Yang masih Jarang Disambangi, Photo by @amazingtasikmalaya

Talaga Denuh merupakan sebuah danau yang letaknya di atas bukit, penuh ditumbuhi pepohonan di sekitar danau dan juga aliran sungai. Sehingga udaranya pun masih sangat sejuk dan asri.  Telaga yang bagi warga sekitar disebut juga dengan Kawah Denuh atau Situ Denuh, merupakan cekungan yang cukup luas, yang berada di puncak jejeran perbukitan di Selatan Kabupaten Tasikmalaya, lokasi tepatnya berbatasan dengan Kecamatan Cipatujah.  Lingkungan di sekitar kawasan ini berupa areal yang berada di tengah-tengah perbukitan terjal dengan jurang yang cukup dalam.

Talaga Denuh, Misteri Danau di Atas Bukit
Danau yang cukup luas dengan udara yang masih asri

Danau satu ini memang cukup unik, karena lokasinya yang berada di atas bukit, wisatawan pun masih jarang ke tempat ini.  Apalagi akses menuju Talaga Denuh sangat sulit, jalanannya cukup terjal, dan Traveler harus trekking melewati jalan setapak, persawahan, menyeberangi sungai dan naik turun bukit.  Harus siap fisik untuk melakukan perjalanan ini. Tak heran masih jarang orang mengeksplore objek wisata ini. Namun, bagi yang sudah tahu keindahan danau ini, segala tantangan tadi tak kan menghalangi perjalanan menuju Talaga Denuh ini.  Apalagi bagi Traveler penyuka tantangan, situs wisata ini sangat seru untuk dikunjungi.

Menurut warga sekitar, danau ini pun juga menyimpan sebuah misteri.  Mereka mengkait-kaitkan keanehan dimulai dari bentuk danau ini.  Jika disimak lebih teliti, dilihat dari atas, bentuk Talaga Denuh tampak seperti bentuk peta kota Tasikmalaya.  Selain itu, di sekitar danau ini juga banyak tersebar situs-situs peninggalan sejarah.  Begitu banyak peninggalan sejarah yang tersebar diperbukitan yang mengelilingi talaga ini, terdiri dari 3 buah situs dari batu, 4 goa, 2 sumur kecil, pemakaman keramat dan beberapa benda cagar budaya lainnya.

Talaga Denuh, Misteri Danau di Atas Bukit
Dari atas bentuk danau tampak seperi peta Tasikmalaya

Berdasarkan informasi dari kuncen dan warga setempat, nama situs-situs  klasik yang tersebar di sekitaran perbukitan Talaga Denuh  seperti Situs Balekambang, Situs Lemah Badong, Situs Tugu, Situs Cikuda Keling, Situs Goa Pasir Leungit, Situs Goa Binuang, Situs Goa Potong Kujang, 2 Buah Sumur Kecil, Makam Prabu Batara Karang, Kikis Kampung, Batu Lumpang 1 (Sang Hyang Lulumpang), Batu Lumpang 2 (Sang Hyang lulumpang), Batu Bedil, Batu Pangcalikan, Artepak Koleksi Penduduk, Padepokan dan Situs pasir Karang.

Talaga Denuh terletak di Kampung Daracana, Desa Cikuya, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya.  Untuk mencapai lokasi ini, dari pusat Kota Tasikmalaya bisa memulainya melalui jalan lingkar Tasik Selatan melewati beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kawalu, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Cibalong dan Pamijahan. Kemudian di pertigaan Pamijahan, belok kiri arah ke Bantarkalong, kemudian lurus saja hingga sampai di pertigaan Darawati. Pilih arah jalur ke kecamatan Bojongsari hingga sampai ke Desa Cikuya.   Akses menuju Desa Cakuya terlebih dahulu harus melewati perkampungan penduduk, namun jangan khawatir karena kondisi jalan sangat bagus beraspal.  Kemudian lanjut menuju Kampung Daracana.  Disini Traveler harus berhati-hati karena jalanannya menanjak dan cukup terjal.

Talaga Denuh, Misteri Danau di Atas Bukit
Danau Yang Menyimpan Banyak Misteri

Begitu sampai di Kampung Daracana tepatnya di SD Denuh, bagi yang membawa kendaraan harus menitipkan dulu kendaraannya ini di area rumah perkampungan warga.  Sebelum pergi ke lokasi Talaga Denuh, Traveler harus silaturahmi kepada sesepuh yang menjaga daerah sana.

Talaga Denuh berjarak sekitar 20 kilometer dari pesisir selatan Tasikmalaya, sehingga udara kawasan ini sedikit lebih hangat dibandingkan dengan udara di kecamatan yang berada di Tasikmalaya Selatan lainnya, seperti Kecamatan Bojonggambir yang masih dingin karena masih berupa dataran tinggi.  Namun, karena banyak pepohonan yang masih rindang di area talaga ini, keasrian udaranya masih tetap terjaga!(Adhit)