Bikin Kagum, Ini 5 Destinasi Wisata di Belitung

Banyak mempunyai beberapa destinasi wisata yang ciamik.

foto by belitungisland

Lagi-lagi, mengupas tuntas destinasi wisata di Belitung, yang populer lantaran fil Laskar Pelangi.  Begitu banyak situs-situs wisata yang seru punya disiini. Yah, sebelum populernya film Laskar Pelangi, bisa di bilang keindahan bumi Belitung masih tersembunyi dan belum banyak dikunjungi.

Seakan tidak ingin kalah dari “saudaranya” yaitu pulau Bangka, Belitung juga mempunyai beberapa destinasi wisata yang ciamik. Berikut ulasan destinasi wisata Belitung yang bisa membuat traveler kagum.

foto by re_ahmad_supriadi

Pulau Lengkuas

Terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, pulau ini kecil dengan luas kurang dari 1 hektar. Di Pulau Lengkuas terdapat mercusuar peninggalan jaman belanda yang dibangun sekitar tahun 1800 dan masih berfungsi sampai sekarang.

Traveler bisa menaiki mercusuar tersebut yang tingginya sekitar 50 meter melalui ratusan anak tangga. Setelah sampai dipuncak mercusuar, traveler akan melihat laut dengan air yang berwarna biru, bebatuan granit, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Selain itu traveler bisa berenang, atau bersantai di sebuah kolam yang terbentuk karena air laut masuk lewat sela-sela batu, dan juga bisa mengabadikan momen di batu granit itu. Namun, perhatikan langkah kaki supaya tidak tergelincir ketika ingin berfoto.

Pulau Pasir

Pulau Pasir berada di dekat Pulau Kelayang, Pulau Babi Kecil dan Pulau Burung. Untuk menuju pulau ini, traveler harus menuju Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung terlebih dahulu. Jarak pantai Tanjung Kelayang dari Kota Tanjungpandan sekitar 20 kilometer.  Ketika sudah tiba di pantai Tanjung Kelayang, traveler bisa mencari sewa boad untuk menuju Pulau Pasir. Jika sudah mendapat kapal boad yang disewa, maka hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan sudah dapat menginjakam kaki di pulau unik tersebut.

Dulunya nama pulau ini adalah Pulau Gosong, tetapi orang-orang lebih mengenalnya dengan Pulau Pasir. Karena sejauh mata memandang, hanya terlihat hamparan pasir. Pulau Pasir sebenarnya bukan pulau, tetapi tumpukan daratan yang terdiri dari pasir. Pulau ini sangat unik, karena tidak setiap saat muncul dan bisa dinikmati. Pulau Pasir akan muncul saat air laut sedang surut. Pada saat air laut pasang, pulau ini akan tenggelam.

Jadi sangat disarankan untuk berkunjung ke Pulau Pasir pada saat musim panas, sekitar April-September. Traveler akan dimanja oleh pasir putih yang lembut, pemandangan air laut yang jernih berwarna hijau dipadu dengan birunya langit.

Di Pulau Pasir juga traveler bisa berenang atau bersnorkling menikmati cantiknya biota bawah laut seperti bintang laut. Jangan lupa berfoto-foto di pulau ini, berfoto dengan makhluk cantik tersebut, dan jika sudah, kembalikan mereka ke habitatnya supaya tetap lestari dan tidak mati.

foto by argarizkik

Pantai Tanjung Tinggi

Ada 2 jalur untuk menuju ke pantai ini. Yang pertama dari bandara  H.A.S. Hanandjoeddin dengan memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Traveler bisa mengambil rute Tanjung Pandan – Tanjung Kelayang. Rute ini memang lebih panjang dari rute lain.

Jalur ke dua yaitu lewat Jl. Sudirman – Jl. Sjiuk.  Dari sini akan tembus ke Jl. Tanjung Pandan – Tanjung Kelayang. Melalui rute ini, traveler bisa istirahat sejenak dan bisa mampir ke Danau Kaolin.

Di sekitar pantai terdapat hamparan batu-batu granit raksasa yang menjadi daya tarik. Bebatuan di sini memiliki beragam ukuran, dari yang kecil sampai ukuran raksasa. Batu granit tersebut menjadi spot foto favorit.

Selain itu, di sini juga airnya masih jernih, sehingga sangat cocok untuk berenang dan snorkling, menikmati pemandangan spesies bawah laut dengan rumah-rumahnya, yaitu terumbu karang. Aktivitas lainnya yang bisa  dilakukan yaitu, memancing, berjemur, dan menyewa jetski. Ada juga fasilitas menjelajah dengan kano atau perahu karet.

Pantai Tanjung Tinggi terletak di  Kecamatan Sijuk,  Kabupaten Belitung,  Bangka Belitung.  Pantai ini terletak di sebelah  utara  pulau Belitung, 37 km dari kota Tanjungpandan.

Pantai Nyiur Melambai

Pantai Nyiur Melambai atau yang lebih dikenal dengan Pantai Lalang oleh masyarakat sekitar, menawarkan panorama indah dengan hamparan pasir putih serta beberapa perahu tradisional yang berwarna-warni. Di sekitar pantai terdapat satu bukit, yaitu Bukit Samak yang menyajikan pepohonan yang tumbuh rimbun dan masih asri. Sehingga selain menikmati suasana pantai, traveler juga bisa menikmati suasana bukit tersebut yang berada di sebelah kiri pantai. Pemandangan hijaunya bukit beserta semilir angin pantai semakin membuat traveler merasakan ketenangan.

Di pinggir pantai ada pula para pemancing yang berjejer, yang seakan melengkapi suasana pantai. Di Pantai Nyiur Melambai ada panggung yang sering menggelar pertunjukan kesenian tradisional Belitung. Selain itu traveler juga bisa menikmati makanan khas Belitung seperti Mie Belitung dan Gangan yang dijajakan kedai-kedai di sekitar pantai.

Pantai Nyiur Melambai terletak di Desa Lalang, Kecamatan Manggar ini, Belitung Timur, Bangka Belitung. Berjarak  sekitar 80 km dari bandara Hanandjoeddin atau bisa juga ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil, dan sekitar 7 km dari Kota Manggar.

foto by cakrawala_sunda

Museum Kata Andrea Hirata

Terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi Nomor 7, Gantong, Belitung Timur. Museum ini didirikan oleh Andrea Hirata, penulis novel best seller Laskar Pelangi. Museum ini diresmikan pada bulan November tahun 2012, dan tidak dikenakan biaya untuk mengunjunginya.

Museum Kata Andrea Hirata menjadi museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berkunjung ke museum ini bisa membuat traveler mengenal bagaimana karya sastra menjadi bagian penting dari kehidupan. Traveler bisa mendapatkan inspirasi untuk lebih mencintai karya sastra.

Ketika menginjakkan kaki di halaman museum, langsung terasa suasana novel Laskar Pelangi. Terdapat foto-foto yang dipasang seakan bercerita tentang perjalanan karya sastra yang menjadi kebanggaan warga Belitung, yaitu novel Laskar Pelangi.

Di museum ini terbagi menjadi beberapa ruangan. Setiap ruangannya memiliki fungsinya masing-masing dan mempunyai “roh” nya tersendiri. Sangat disarankan berkunjung ke sini bagi traveler yang mencintai sastra dan juga bagi yang ingin sekadar mengetahuinya. (AS/IPG)