Deretan Pura Tercantik di Bali yang Siap Dikunjungi

Pura Tanah Lot, Landmark Religi dan Budaya

Pura-Pura di Bali
Pura Tanah Lot, Photo by Travel Harry

Pulau Dewata tidak hanya terkenal akan keindahan alamnya saja. Banyak yang bisa dijelajahi, mulai dari budaya hingga wisata religi. Selain hamparan pantai dan gunung nan asri, Traveler bisa mengunjungi pura yang begitu cantik.

Banyak sekali pura yang ada di sana, salah satunya Taman Ayun. Tempat ini merupakan pura keluarga kerajaan Mengwi yang megah. Dibangun oleh I Gusti Agung Putu, pada tahun Jawa 1556 (1634 M).  Inilah salah satu pura yang paling banyak dikunjungi di Bali, baik turis lokal maupun mancanegara.

Wisata Pura di Bali
Pura Taman Ayun, Photo by Istimewa

Terletak di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dan sekitar 18 Km sebelah utara kota Denpasar. Lokasinya sangat strategis, di samping jalan raya utama antara Denpasar ke Singaraja.  Pura Taman Ayun juga merupakan salah satu dari enam pura kerajaan di Bali sehingga sangat penting baik secara spiritual maupun historis. Nama pura Taman Ayun diterjemahkan menjadi ‘Pura Taman di Air’.

Kompleks Pura Taman Ayun memiliki panjang 100 meter dan lebar 250 meter. Kompleks ini terdiri dari pelataran luar dan tiga pelataran dalam. Pelataran dalam, berpihak pada pagar batu, memiliki ketinggian yang berbeda, dan yang paling dalam adalah yang tertinggi.

Kemudian ada Pura Bali Tanah Lot terletak di pesisir pedesaan Beraban, Kecamatan Kediri dan Kabupaten Tabanan. Terletak di 30 Km di sisi barat kota Denpasar dan sekitar 11 Km di sisi selatan kota Tabanan.  Pura ini dibangun di atas batu karang seluas 3 are dan dapat dicapai dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena hanya berjarak 20 meter dari bibir pantai. Pura ini sangat terkenal di antara tujuan wisata di Bali dengan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Di beberapa sudut terumbu karang di sekitar Pura Tanah Lot.

Pura Tanah Lot adalah landmark religi dan budaya, dijunjung tinggi karena keindahan alamnya. Bertengger di atas batu lepas pantai, tempat ini memiliki latar belakang lautan yang indah, dan merupakan tempat yang spektakuler untuk selfie, terutama saat matahari terbenam.

Wisata Pura di Bali
Sunset di Pura Tanah Lot, Photo by Travel Harry

Tanah Lot terdiri dari dua kata yaitu kata Tanah yang diartikan sebagai karang yang menyerupai gili atau pulau. Kata Lot atau Lod memiliki arti laut. Jadi Tanah Lot artinya pulau kecil yang mengapung di laut.  Lokasi yang kini disebut Tanah Lot ini pernah digunakan pada zaman Megalitikum sebagai tempat yang dipandang suci, terbukti dari keberadaan menhir.

Berdasarkan kondisi lingkungan, maka struktur Pura Tanah Lot dibangun di dataran karang yang tidak beraturan sudutnya yang hanya terdiri dari satu halaman polos sebagai Jeroan. Perbedaan Pura Tanah Lot dengan pura-pura lain di pulau Bali, Tanah Lot tidak memiliki halaman yang sedikit karena dibangun di atas dataran karang yang sudut rumahnya tidak beraturan.

Salah satu keunikan yang dimiliki Tanah Lot adalah di seberang jalan pura terdapat sejumlah goa yang di dalamnya ditinggali beberapa ular laut berwarna hitam putih yang umumnya dapat dijumpai di pantai. Bagian perutnya tidak ada kulit melintang, hanya ada kulit kecil, tetapi ular air laut ini sangat berbahaya, namun kasus gigitan ular sangat jarang terjadi, karena ular air laut umumnya sangat pasif.

Ular ini sangat jinak dan tidak boleh diintimidasi karena dianggap sebagai cikal bakal penjaga dan melindungi seluruh area dari kekuatan jahat yang tak terlihat. Lalu ada juga kepercayaan di Pura Tanah Lot lainnya, yaitu sumber air suci yang berada tepat di bawah pura. Air suci ini dipercaya bisa mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang meminumnya.

Wisata Pura di Bali
Eksotis di Pura Uluwatu, Photo by Francesco_Colalacomo

Ada juga Pura Uluwatu yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pura ini berjarak 30 kilometer ke arah selatan Denpasar. Pura Uluwatu, juga disebut Pura Luwur, adalah salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan, pilar spiritual utama di Pulau Bali.

Pura Uluwatu berdiri di atas tebing setinggi 70 meter yang menjorok di atas Samudera Indonesia. Karena lokasinya yang unik, pengunjung pura harus menaiki tangga batu yang panjang untuk mencapainya. Candi mengarah ke timur, tidak seperti candi Bali lainnya yang menghadap ke barat atau selatan. Ada ratusan monyet berkeliaran di sepanjang jalan setapak di luar pura.

Meskipun monyet terlihat jinak, pengunjung menganggapnya mengganggu karena mereka sering mengambil makanan dari tangan pengunjung dan merebut barang-barang pengunjung. Terdapat dua pintu di ujung jalan setapak, pintu utara dan pintu selatan, yang dilalui pengunjung untuk memasuki kompleks candi.

Wusata Pura di Bali
Keindahan Memukau di Pura Uluwatu, Photo by Cryzar85

Pintu masuk berbentuk gapura batu Bentar. Berdiri di seberang gerbang masing-masing, ada dua patung laki-laki berkepala gajah. Bagian depan gapura dihiasi dengan pahatan relief halus bergambar daun dan motif bunga. Di belakang pintu gerbang, ada tangga batu yang mengarah ke pelataran dalam. Sepanjang anak tangga, pohon ditanam untuk memberi keteduhan. (Ipg)