Keindahan Pulau Simping, Pulau Terkecil di Dunia

Keindahan dan keunikan pulau ini mengundang banyak wisatawan yang penasaran.

Pulau Simping,Kalimantan
Pulau Simping,Singkawang

Menjadi satu kebanggaan tersendiri, ketika bisa mendatangi satu tempat yang menjadi incaran warga dunia. Apalagi tempat itu masih masuk dalam wilayah Indonesia. Itulah Pulau Simping, pulau terkecil di dunia yang sudah resmi dinyatakan oleh badan dunia, PBB.

Pulau Simping
Pulau Simping

Pulau Simping merupakan daratan yang terdiri dari pasir, bebatuan serta ditumbuhi beberapa pohon. Di pulau yang berukuran kurang dari setengah hektar ini, menyuguhkan pemandangan pantai dan laut yang indah, serta hijaunya perbukitan yang mengelilinginya. Yah, meskipun ukuran pulau ini sangat kecil, namun tak mengurangi keindahan yang disajikannya. Disana juga terdapat klenteng kecil sebagai tempat bersembahyang bagi warga keturunan Tionghoa.

Pulau Simping masuk dalam kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pulau ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Keindahan dan keunikan pulau ini mengundang banyak wisatawan yang penasaran dan akhirnya datang melihat langsung. Apalagi, lokasinya tidak terlalu jauh dari kota Singkawang, hanya butuh waktu sekitar 20 menit menuju Pantai Teluk Mak Jantuk, yang merupakan gerbang untuk memasuki Pulau Simping.

Pulau Simping
Pulau Simping,Singkawang

Jika mengambil arah dari Pontianak yang berjarak 150 km ke Pantai Teluk Mak Jantuk, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2-3 jam. Rute yang ditempuh relatif bagus. Hanya saja, plang penanda lokasi Pulau Simping yang terletak di sisi kiri jalan arah Kota Singkawang, tidak cukup mencolok perhatian. Sehingga masih banyak  para wisatawan yang salah jalan.  Dari Jalan Malindo, masih harus menempuh jarak sekitar dua kilometer untuk mencapai Pantai Teluk Mak Jantuk.

Untuk mencapai Pulau Simping dari Pantai Teluk Mak Jantuk, Traveler harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan menuju barat. Letaknya tidak jauh dari bibir pantai. Ada Sebuah jembatan kayu yang dibuat sebagai penghubung ke Pulau Simping. Topografi di area ini sedikit berundak. Dan selama perjalanan, Traveler akan menikmati  suasana pesisir nan asri yang sangat terlihat jelas. Batu-batuan kokoh berukuran besar yang terserak di tepian pantai memberikan sentuhan ketegaran, dibingkai teduh birunya laut. Bunga-bunga liar berwarna kuning dan ungu, tumbuh liar di sisi yang menjorok ke daratan. Para pengunjung dapat menikmati semilir angin lembah pantai di bawah pohon pinus yang rindang. Sebaiknya waktu berkunjung adalah pagi atau sore, sembari menunggu sunset yang eksotis disini.

Pulau Simping
Pulau Simping,Singkawang

Mengecil akibat Abrasi

Awal penemuan pulau ini ditemukan secara tidak diduga. Bermula  ketika mantan Lurah Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan bersama dengan lurah dan kepala desa lainnya diminta untuk menginventaris pulau-pulau di wilayah mereka. Lurah Sedau kemudian memasukkan nama Pulau Simping karena saat itu masih ada warga yang tinggal di pulau itu. Namun lama kelamaan para penghuni pulau memilih pindah karena terjadinya abrasi. Abrasi itulah juga yang menyebabkan pulau ini lama-lama mengecil.

Pulau Simping dulunya bernama Pulau Kelapa Dua dikarenakan disana tumbuh dua buah pohon kelapa di bagian tengah pulau. Namun saat ini, sudah banyak pohon-pohon lain yang tumbuh di daerah itu seperti pohon perdu dan lainnya.

Air laut di pulau ini sebenarnya juga tidak begitu jernih, tapi tidak menghilangkan keindahan panorama dan daya tarik keseluruhan Pulau Simping. Hamparan pantai yang begitu luas serta taman rekreasi dan juga keindahan sekelilingnya selalu menghipnotis semua orang yang datang. Dan yang asyiknya lagi, laut di sekitar daratan ini tidak begitu dalam, tak heran banyak wisatawan yang datang kesana memilih untuk berenang dan bermain air.

Pulau Simping termasuk dalam kawasan wisata Pantai Sinka Island Park dimana di kawasan wisata ini juga terdapat Sinka Zoo, kebun binatang yang konsepnya seperti Taman Safari. Belakangan, Sinka Zoo sebagai lembaga konservasi, banyak mendapat titipan satwa yang dilindungi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, sebelum satwa itu dilepasliarkan. (Nil)