Kelezatan Nasi Tempong Yang Selalu Membekas

Memiliki rasa di lidah yang sangat istimewa

Nasi Tempong ,Jawa Timur
Nasi Tempong ,Jawa Timur

Sensasi pedas kuliner nasi tempong, tak bisa dipungkiri lagi. Tekstur kemasannya yang sederhana tidak menghalangi kelezatannya yang luar biasa. Yah, kuliner sajian asal Banyuwangi Jawa Timur ini memiliki rasa di lidah yang sangat istimewa. Dengan isian mulai dari nasi putih, dilengkapi dengan potongan tempe, tahu, dan ikan asin, semakin bikin kangen dengan tambahan lalapan berupa sayuran rebus mulai dari kol, bayam, juga terong. Dan satu rahasia lagi yang membuat seluruh sajian ini makin menjadi istimewa dan nendang di lidah, yaitu sambalnya. Pedasnya cabai rawit, menyatu dengan kesegaran tomat ranti dengan aroma terasi khas Banyuwangi, menghadirkan sensasi rasa legit yang sulit dilupakan. Bahan-bahan sambal ini semuanya diulek menjadi sambil dadak sehingga kesegerannya sangat terasa, membuat siapapun serasa “tertampar” akan kesegaran dan rasa pedas dari sambal Nasi Tempong ini.

Nasi Tempong ,Jawa Timur
Nasi Tempong ,Jawa Timur

Itulah nama kuliner khas ini yang disebut ‘nasi tempong’, tempong yang dalam bahasa Banyuwangi berarti ‘tampar’. Yah, begitu dimakan terasa tertampar karena dahsyatnya kunyahan dalam mulut, yang otomatis mengundang hasrat ingin makan…makan…dan makan lagi…. Bikin ketagihan siapapun yang mencobanya.

Dalam masa transisi setelah pandemik ini, para penjual nasi tempong pun bersiap untuk tetap menyajikan kuliner ini. Traveler tak usah khawatir jika ingin mencicipinya, sebab deretan penjual Nasi Tempong di Banyuwangi sudah mulai beroperasi kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya adalah Nasi Tempong Mbok Wah yang sangat terkenal. Lokasinya ada di Jalan Gembrung Nomor 220, Glagah, Bakungan, Banyuwangi, Jawa Timur. Semua protokoler kesehatan diterapkan di resto ini. Semua karyawan yang masuk dipastikan dahulu kesehatannya, dengan cek suhu tubuh dan menggunakan masker serta pelindung wajah. Tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga disiapkan di setiap area rumah makan.

Nasi Tempong ,Jawa Timur
Nasi Tempong ,Jawa Timur

Menuju lokasi ini, Traveler akan lebih dahulu diajak menyusuri jalan yang sedikit sempit namun tetap bisa dilewati kendaraan roda empat. Lokasinya tepat berada di pinggir jalan namun sedikit tinggi. Setelah sedikit menaiki tangga, Traveler dapat memilih lebih dulu lokasi makan yang sesuai keinginan. Jika ingin santai sambil lesehan, bisa memilih lokasi di sebelah kiri warung makan. Sementara di sisi kanan, berjejer meja dan bangku yang juga bisa jadi pilihan. Lalu di bagian tengah rumah makan, tersaji pemandangan yang dijamin membuat siapapun tergugah seleranya. Yummy…, deretan menu pendamping Nasi Tempong tersaji dan tersusun dengan rapi. Mulai dari pilihan ikan yang digoreng, udang, paru, (nus) cumi hitam, hingga satai telur puyuh. Serta yang paling menarik perhatian adalah sambal nasi Tempong yang diulek di atas cobek berukuran besar. Sambal ini dibuat dadakan saat pelanggan datang dan disesuaikan dengan jumlah yang datang.

Coba deh, sepiring nasi putih hangat dengan potongan tahu dan tempe serta ikan asin yang garing, terasa sangat nikmat dengan rasa sambalnya yang pedas-asam nan segar. Belum lagi dengan sayuran rebusnya yang masih garing dan manis. Dan jangan lewatkan menu lainnya seperti udang goreng tepung, juga paru goreng serta nus (cumi) hitam. Renyah dari tepungnya menyelimuti rasa udangnya yang manis. Begitu juga dengan paru goreng, garing di luar namun lembut di dalam. Begitu juga dengan kekenyalan dari nus (cumi) hitam juga terasa segar, apalagi dengan kuahnya kala diaduk dengan nasi dan sambal. Sedap tak terkira. Untuk yang tidak terlalu suka pedas, bisa minta dibuatkan dengan rasa pedas yang tak terlalu ‘menampar’.

Nasi Tempong ,Jawa Timur
Nasi Tempong ,Jawa Timur

“Kunci dari kesegaran sambal ini memang yang dibuat baru, saat pelanggan datang. Sehingga rasanya akan selalu segar,” ujar Towi, selaku pengelola rumah makan Sego Tempong Mbok Wah.

Adik dari Mbok Wah ini mengatakan, awalnya menu ini menjadi andalan masyarakat Banyuwangi untuk bekal mereka ke sawah. Namun seiring waktu dengan rasanya yang khas dan semakin terbukanya Banyuwangi sebagai destinasi wisata, membuat masakan ini jadi banyak diburu wisatawan. Untuk mendukung sajian lebih lengkap lagi, akhirnya ditambahkanlah menu-menu pendukung lainnya.

“Tapi kuncinya semuanya harus selalu segar, bahan-bahannya segar. Makanya kita harus selalu baru, kalau diinapkan rasanya sudah berubah. Kita sesuaikan dengan pengunjung yang datang,” kata Towi lagi.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menyiapkan protokol kenormalan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dengan melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan parekraf termasuk masyarakat.(Niel/sumber : kemenparekraf)