Keunikan Pesona Kuil Wat Arun Bangkok

Berwisata ke Thailand, tak lengkap rasanya kalau tidak menjajakan ke kuil-nya, apalagi kuil merupakan landmark negara ini.

Thailand memang surganya banyak travelers. Meskipun tidak seluas Indonesia, namun tiap sudut negerinya selalu saja ada keasyikkan tersendiri yang penuh daya pikat. Dan, berwisata ke Thailand, tak lengkap rasanya kalau tidak menjajakan ke kuil-nya, apalagi kuil merupakan landmark negara ini. Yah, gelar 1000 pagoda pun disandangnya. Begitu banyak kuil-kuil berada di negara ini. Dari pusat ibu kota negara sampai ke wilayah-wilayah pinggir, keberadaan kuilnya sangat kental. Desainnya pun beraneka corak dan indah dipandang mata.

Termasuk mengunjungi Kuil Wat Arun, kuil yang cantik yang merupakan ikon Bangkok dan letaknya strategis, di tepian Sungai Chao Praya. Ornamen dan corak pada Wat Arun sangat indah, ada daya tarik tersendiri yang diciptakannya dan memiliki nilai seni yang tinggi. Detail ornamennya pun sangat kentara, menggunakan keramik china dengan motif bunga-bunga serta pecahan-pecahan kerang yang disusun indah, menghiasi seluruh dinding bangunan.

Begitu juga pada ornamen-ornamen yang terdapat pada anak tangganya, begitu unik dan keren. Pembuatan anak tangganya pun cukup unik. Dengan ukuran yang sempit dan menukik, mau tidak mau, setiap orang harus berhati-hati dalam menaiki ataupun menuruni setiap anak tangga yang ada. Nah, jika traveler berhasil mencapai puncaknya, suguhan pemandangan yang amat menakjubkan akan segera mengobati kelelahan anda. Bayangkan, dari atas bangunan candi, Traveler bisa menikmati suguhan pemandangan alam khas sungai Chao Phraya yang dihiasi perahu, yang sesekali melintas, bahkan Traveler bisa menikmati keindahan sebagian kota Bangkok.

Wat Arun juga dikenal dengan sebutan Kuil Fajar atau Candi Fajar. Karena, matahari dengan sinar nya yang perlahan terbit, menyoroti kuil ini dan menjadikan Wat Arun tampak gemilau. Pantulan sinar matahari pada mozaik keramik di menara kuil, menciptakan siluet keindahan yang luar biasa menakjubkan. Begitu pula pada saat senja tiba, keindahannya pun makin bertambah. Saking indahnya, mengamati bangunan setinggi lebih dari 70 meter dari tempat yang sedikit jauh pun, masih saja terasa syahdu dan menyasyikkan.

Candi Budha yang memiliki nama asli Wat Arunratchawararam Ratchaworamavihara ini, dibangun pada zaman kerajaan Ayutthaya, yang lebih dikenal dengan sebutan Wat Makok. Akibat pergantian kekuasaan kerajaan, yang makin lama bergeser akhirnya kuil ini menyandang nama Wat Arun, dan sampai sekarang nama itulah yang semakin terkenal.
Lokasi Wat Arun terketak persis di sebrng Grand Palace Thailand yang dipisahkan oleh Sungai Chao Praya. Terdapat banyak taksi perahu yang akan membantu traveler menuju kuil ini jika berada di seberang sungainya. Dan ini malah jadi keasyikkan tersendiri, lho!

Kuil ini dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 pagi sampai 17.30 sore waktu setempat. Tidak terlalu mahal untuk tiket masuknya, per orang dikenai 50 bath, njika traveler ingin menjajaki masuk sampai ke atas. Namun, jika hanya berfoto di sekeliling saja (bagian bawah), traveler tidak dikenai biaya apapun.

(Catatan perjalanan Tedja Sukma)