Bermain Bersama Ubur-ubur di Danau Kakaban

Keunikan lainnya dari Danau Kakaban adalah, airnya tawar cenderung payau, jadi sama sekali tidak asin alias tercemar air laut.

Danau Kakaban, yang terletak di tengah Pulau Kakaban dan menjadi bagian dari Kepulauan Derawan, memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki wisata danau lainnya di Indonesia. Memiliki keunikan sangat langka. Danau yang memiliki luas kurang lebih 390 hektar ini hidup dengan tenang bersama jutaan ubur-ubur jinak yang tidak menyengat dan tidak beracun. Konon, di dunia ini hanya ada dua tempat, dimana ubur-ubur jinak tanpa sengat hidup, selain di danau Kakaban ini, juga di Pulau Palau di kepulauan Micronesia.

Selain itu, kecantikan panorama Danau ini memang tiada tandingannya.  Dengan hamparan permukaan air yang berwarna kehijauan yang sangat jernih, menjadikan Danau Kakaban danau yang keindahannya sulit tertandingi. Traveler pun bebas berenang disini, bermain bersama ubur-ubur tanpa takut tersengat karena ubur-uburnya sangat jinak. Jangan lupa abadikan keindahan ini dalam beberapa foto dan share ke sosial media anda. Dengan XL Axiata yang jaringan internetnya stabil, upload photo-photonya berjalan lancar. Click disini untuk memastikan jaringan daerahmu sudah terjangkau jaringan XL Axiata 4.5G.

Selain ubur-ubur, danau Kakaban juga dihuni oleh biota laut lain dari golongan invertebrata seperti beberapa spesies dari moluska, krustasea, dan teripang. Ada pula ular laut yang menjadi karnivora puncak di ekosistem danau Kakaban.

Pulau Kakaban merupakan bagian dari Kepulauan Derawan yang terdiri dari empat pulau utama yaitu Derawan sendiri, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Pulau Kakaban sendiri termasuk unik karena merupakan atol atau pulau karang dengan danau berada di tengahnya. Daratannya sendiri tak terlalu luas dan dipenuhi oleh pepohonan rindang. Hanya ada satu dermaga dan jalan penghubung menuju danau saja sehingga pengunjung biasa sulit untuk mengelilingi pulau kecil tersebut.

Keunikan lainnya dari Danau Kakaban adalah, airnya tawar cenderung payau, jadi sama sekali tidak asin alias tercemar air laut yang jaraknya tak lebih dari setengah kilometer saja. Untuk menjaga kebersihan air danau, para pengunjung dilarang menggunakan lotion atau sun screen agar tidak tercemar bahan kimia.

Pulau ini hanya bisa dijangkau dengan speed boat saja. Dari dermaga terdapat jalan setapak dari kayu menuju ke tepian danau yang dipenuhi ubur-ubur. Jarak dari dermaga ke dalam tak sampai 300 meter, namun agak menanjak sedikit lalu kembali menurun untuk menuju tepi danau. Tarif masuknya sekitar 10 Ribu Rupiah per orang yang dibayarkan di pos jaga ketika mengisi buku tamu.

Selain ubur-ubur, batu karang yang ada di tepian pantai di bawah jembatan menuju dermaga juga cantik dan masih alami. Air lautnya juga masih jernih sehingga bisa melihat dasar pantai yang terbenam. Namun ombaknya kadang cukup kencang, sehingga pengunjung disarankan untuk minum obat anti mabuk terlebih dahulu, sebelum berlayar ke pulau Kakaban.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau Kakaban sebaiknya menyewa speed boat satu paket dengan Maratua dan Sangalaki, bisa dari Derawan atau langsung dari pelabuhan Tanjung Batu di daratan Kalimantan. Sewanya memang cukup mahal, satu speed isi 4-5 orang dikenakan tarif sekitar 1,5 juta walau bisa ditawar tipis.

Kalau ingin seharian keliling tanpa menginap, sebaiknya berangkat subuh dari Tanjung Redeb ke Pelabuhan Tanjung Batu, lalu langsung berkeliling ke empat pulau besar tadi. Penginapan atau resort hanya ada di Pulau Derawan dan Maratua, tarif yang lebih murah ada di Derawan saja. Sementara bandaranya justru ada di pulau Maratua dan hanya ada penerbangan seminggu dua kali saja.

Waktu tempuh dari Tanjung Batu ke Derawan tak sampai satu jam, namun dari Derawan ke Maratua bisa sampai satu setengah jam. Lalu dari Maratua ke Kakaban sekitar empat puluh menit, dan dari Kakaban ke Sangalaki sekitar satu jam lebih. Dari Sangalaki ke Derawan juga sekitar satu jam lebih, kalau diteruskan ke Tanjung Batu bisa memakan waktu satu setengah jam. #JaringanInternetStabil #Fiberisasi