Kuliner Malam di Yogyakarta, Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima

Kuliner yang nikmat dengan harga murah

Selalu ada rindu tercipta di Yogyakarta. Keramahan penduduknya, keunikan budayanya, dan tak ketinggalan kulinernya yang nikmat dengan harga murah. Ya, banyak makanan di Yogyakarta yang dijual dengan harga di bawah Rp10 ribu.
Nah, jika traveler sedang berada di Yogyakarta dan merasa lapar saat tengah malam, tak usah khawatir, karena ada banyak pilihan pedagang makanan yang buka tengah malam. Rasanya? Dijamin juara. Berikut beberapa di antaranya!

Gudeg Pawon

Gudeg Pawon yang beralamat di Jalan Janturan UH/IV No 36, Warungboto, Kota Jogja. Kuliner hits Jogja 2020 ini cocok dijadikan sebagai teman makan malam, karena bukanya memang baru mulai jam 9 malam sampai habis. Dinamakan demikian, karena gudegnya disajikan langsung di pawon atau dapur. Dibandingkan dengan gudeg lainya, Gudeg Pawon ini cenderung nggak terlalu manis, serta sedikit pedas.

Sayangnya Gudeg Pawon ini punya penggemar yang sangat banyak, sehingga jika tidak datang lebih awal bisa-bisa malah kehabisan.

Oseng-oseng Bu Endang

Warung oseng bu Endang menyediakan aneka hidangan oseng-oseng yang lezat. Lokasinya juga cukup strategi, tak jauh dari Ambarukmo Plaza (Amplaz). Tepatnya di jalan Laksda Adisucipto No.264, Caturtunggal, Depok, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Angkringan Lik Man

Angkringan selalu melekat dengan Yogyakarta. Konsep sederhana yang dibawa angkringan cocok untuk semua kalangan. Biasanya angkringan di Jogja bermodalkan tenda dan lincak (kursi kayu) serta ragam menu sajian makanan, seperti nasi kucing, gorengan hingga minumannya hangat seperti Kopi Jos. Kopi Jos adalah kopi hitam yang dicelupkan dengan arang.

Angkringan memang identik dengan malam hari, sehingga cocok bagi penggemar kuliner malam hari. Salah satu angkringan yang dekat dengan Malioboro adalah Angkringan Kopi Jos Lik Man. Angkringan Lik Man terletak di Jalan Wongsodirjan, sebelah timur Stasiun Tugu dan buka dari pukul 17.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Lesehan Terang Bulan

Nama lesehan ini mungkin sudah tidak asing didengar. Ya, Lesehan Terang Bulan ini menjadi salah satu kuliner yang cukup hits di sosial media. Lesehan Terang Bulan menjajakan kuliner khas Jogja, nasi gudeg dan menu ayam goreng, bebek goreng, hingga burung dara goreng yang tidak kalah enaknya.

Sesuai namanya, pengunjung menikmati sajian kuliner dengan cara lesehan. Lesehan Terang Bulan dapat ditemui di Jalan Malioboro depan Toko Batik Terang Bulan dan buka dari pukul 21.00 hingga 02.00 WIB.

Oseng-oseng Mercon Bu Narti

Penggemar pedas wajib datang ke Oseng-oseng Mercon Bu Narti. Kata ‘mercon’ di sini menggambarkan sajian menu yang sangat pedas. Oseng-oseng mercon Bu Narti ini mengolah daging, jeroan dan kikil yang dimasak atau dioseng bersama ulegan cabai yang banyak jumlahnya. Konon dalam satu hari, jumlah cabai yang dipakai bisa mencabai puluhan kilogram.

Walaupun pedas, daging sapi yang disajikan cukup empuk dan gurih. Tidak lupa pedasnya cabai yang bikin ketagihan. Oseng-oseng Bu Narti terletak di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, dan buka dari pukul 18.00 hingga 00.00 WIB.

Soto Sampah

Makan soto pada umumnya mungkin sudah biasa, tapi apa jadinya jika pas liburan ke Jogja mencoba Soto Sampah? Kuliner hits Jogja 2020 ini belakangan jadi perhatian, karena meski namanya sampah, ternyata rasanya enak banget.
Seporsi Soto Sampah ini berisikan nasi, bihun, kecambah, kubis, daun seledri, bawang goreng. Sajian tersebut kemudian disiram dengan kuah kaldu bening dengan rasa rempah-rempah yang kental.

Jika dilihat sekilas, semua campuran dalam seporsi soto tersebut memang tampak kurang estetik, dan cenderung semrawut kayak tumpukan sampah. Namun, saat dicoba, dijamin bakal sepakat dengan kelezatannya.
Biar makin mantap, traveler bisa menambahkan perasan jeruk nipis, kecap maupun sambal. Selain itu, traveler bisa menambahkan beragam jeroan, seperti sate hati, sate usus, hingga beragam gorengan dan telur dadar. (RK/IPG)