Menengok Pesona Bawah Laut Pulau Rubiah Sabang Aceh

Pulau dengan luas sekitar 2.600 hektare ini memiliki keindahan bawah laut yang memesona dan terbilang sangat alami.

Photo by Sabang Riski Sabang

Pulau Rubiah merupakan pulau tak berpenghuni di Sabang. Berada dalam kawasan Pulau Weh, sebelah barat kota Sabang, Aceh. Dari Pulau Weh kira-kira berjarak 25 km. Pada zaman dahulu Pulau Rubiah merupakan tempat pusat karantina haji pertama di Indonesia. Namun sekarang tempat itu sudah tidak terawat, tetapi keindahannya masih terjaga hingga sekarang.

Pulau dengan luas sekitar 2.600 hektare ini memiliki keindahan bawah laut yang memesona dan terbilang sangat alami.
Pulau ini masih asri dan alami. Pantainya yang bersih serta air lautnya yang sangat jernih, menjadi satu panorama yang menakjubkan. Bahkan saking jernih dan bersihnya air laut di Pulau Rubiah, traveler dapat melihat keindahan bawah laut sedalam 20 m tanpa harus menyelam. Yah, pulau dengan luas sekitar 2.600 hektare ini memang memiliki keindahan bawah laut yang mempesona dan terbilang sangat alami. Dengan keanekaragaman biota laut, pulau ini bagaikan surga taman laut bagi para penyelam. Terdapat berbagai macam terumbu karang yang warna-warni, serta berbagai jenis ikan, diantaranya seperti ikan Kepe-kepe, ikan Bendera, ikan Botana Biru, ikan warna, ikan Kerapu, ikan Sersan, ikan Mayor dan lainnya.

Photo by Sabang Ahmets Spero

Selain ikan, ada juga biota laut yang lainnya, seperti cumi-cumi, rumput laut, bintang laut, serta kerang. Ikan-ikan atau biota-biota laut tersebut berenang dari terumbu karang satu ke terumbu karang lainnya. Arus lalu lintas mahkluk dalam air ini, memanjakan mata para penyelam, dan seakan menjadi teman untuk bersama-sama menikmati keindahan bawah lautnya.

Jangan lupa, abadikan moment indah ini. Bagi traveler yang lupa membawa kamera underwater, jangan khawatir. Sebab di Pulau Rubiah traveler bisa menyewa kamera tersebut.

Photo by Sabang snorkeling guide Sabang

Walaupun Pulau Rubiah tidak berpenghuni, tetapi disini terdapat warung-warung yang menyediakan berbagai macam makanan, cemilan, dan minuman, serta terdapat tempat untuk menyewa segala alat keperluan untuk Traveler.

Dinamakan Pulau Rubiah karena di pulau ini terdapat makam Cut Nyak Rubiah atau Ummi Sarah Rubiah, istri dari seorang ulama yaitu Tengku Ibrahim atau Tengku Iboih. Selain itu juga ada beberapa makam yang lainnya, yang menurut warga merupakan makam anak-anak Cut Nyak Rubiah. Akhirnya nama Rubiah dijadikan nama pulau ini, dan nama suaminya dijadikan nama desanya, yaitu Desa Iboih.

Photo by Ruth Wibisono

Untuk menuju ke lokasi, Traveler harus menuju ke Pantai Iboih terlebih dahulu yang memakan waktu satu jam. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menyebrang dari dermaga pantai Iboih menuju ke Pulau Rubiah. (AS/IPG)