Menengok Pesona Lau Kawar, Danau di Kaki Gunung Sinabung

Masuk Dalam Kawasan Ekosistem Leuser

Danau Lau Kawar
Panoramanya Begitu Memukau, Photo by @darkoberampu

Sumatera Utara selalu menyimpan keindahan alam dengan destinasi wisata alamnya yang indah.  Selain keindahan alamnya yang mempesona, objek wisata tersebut kental dengan mitos-mitos yang juga mendorong wisatawan tertarik untuk  menyambanginya.  Seperti objek wisata Danau Lau Kawar, salah satu destinasi wisata yang lokasinya masih termasuk ke dalam wilayah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), di bawah kaki Gunung Sinabung.

Objek wisata Danau Lau Kawar merupakan danau yang berada di ketinggian 2.450 meter di atas permukaan laut.  Danau yang memiliki luas sekitar 200 hektar, menyajikan pemandangan indah serta air birunya yang jernih. Karena letaknya masih berada di kaki Gunung Sinabung, udara sekitar danau ini sangat segar dan menyejukkan.  Apalagi, hadirnya pepohonan hijau yang tersebar di sekitar danau membuat objek wisata ini terlihat begitu indah dan sedap untuk dipandang.  Yah, keindahan Danau Lau Kawar yang berair bening kebiruan dan hadir di tengah alam pegunungan berhawa sejuk ini, menjadi lukisan alam yang menakjubkan. Di sekitar danau terdapat perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi danau.

Danau Lau Kawar
Udaranya Menyejukkan dan Sangat Segar, Photo by @deartarigan

Area danau ini sendiri telah menjadi spot memancing favorit bagi Traveler yang memiliki hobi ini.  Serunya lagi, warga sekitar juga menyediakan rakit bambu yang bisa disewa untuk memancing ikan.  Danau ini diapit oleh pegunungan yang ditumbuhi oleh pepohonan hutan tropis. Ketika cuaca sedang cerah,  Traveler dapat melihat puas pemandangan Brastagi dan Dataran Tinggi Karo. Tak jauh dari lokasi danau terdapat Desa Lingga yang merupakan tempat Rumah Adat Karo berada.

Lokasi ini juga sering menjadi tempat beristirahat dan berkemah bagi Traveler yang ingin mendaki Gunung Sinabung.  Tak hanya sebagai tempat istirahat para pendaki, area sekitar danau juga menarik perhatian wisatawan lain untuk sekedar bersantai melepas penat atau menikmati keindahan alam di sekitar yang menjadi booster bagi lelahnya pikiran.

Danau Lau Kawar
Sensasi Kemping Yang Mengasyikkan, Photo by @rikyrestu

Danau Lau Kawar dapat ditempuh dari pusat Kota Medan yang berjarak 70 kilometer dan menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Rute yang dapat ditempuh, langsung menuju ke kota Berastagi, lalu dilanjutkan menuju persimpangan.  Sampai bertemu dengan papan petunjuk jalan yang menunjukkan arah ke lokasi Danau Lau Kawar yang berjarak 27 KM. Traveler hanya tinggal mengikuti jalan tersebut. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, Traveler akan ditemani oleh suasana sejuk udara pegunungan.

Destinasi wisata satu ini berlokasi di Desa Kutagugung, Kecamatan Namah Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Cerita dibalik keindahan Danau Lau Kawar, danau ini mempunyai mitos yang beredar dikalangan masyarakat setempat.  Ada dua cerita klasik yang melatarbelakangi keberadaan danau ini, cerita yang sangat diminati banyak orang.

Dahulu kala, Danau Lai Kawar merupakan sebuah desa bernama Kau Kawar. Namun desa ini tenggelam akibat sumpah dan rasa sakit hati seorang nenek kepada cucu dan anaknya yang memberikan dia makanan sisa. Ketika merasa terhina dan sangat sedih, si nenek menangis dan berdoa mengutuk anak dan cucunya. Tak lama dari doanya terjadilah gempa dan hujan deras hingga menenggelamkan seluruh penduduk desa.

Danau Lau Kawar
Menjadi Destinasi Wisata Yang Menyenangkan, Photo by @travelmatesiantar

Cerita lainnya adalah tentang rasa sedih seorang ibu karena selalu mendapatkan anak-anaknya yang kerap berkelahi.  Kedua anaknya, Sinabung dan Sibayak terus berkelahi meskipun ibu mereka sudah berusaha memisahkan.  Akhirnya sang ibu pun tak kuasa. Sambil menangis sang ibu menyumpahi kedua anaknya dan terjadilah bencana besar yang menenggelamkan desa tersebut.

Tempat wisata alam Danau Lau Kawar ini buka selama 24 jam, dengan tiket masuk Rp 4.000 per orang. Fasilitas yang ada di sini juga cukup memadai, seperti lahan parkir, toilet umum, gazebo, dan penginapan yang ada di sekitar danau.(Nay/Niel)