Menikmati Gemuruh Air Terjun Way Kalam

Aliran Airnya Deras dan Jernih

Air Terjun Way Kalam
Air Terjun Way Kalam yang Mempesona, Photo by @ILoveLampung

Pesona Air Terjun Way Kalam begitu memikat dan menarik hati.  Air terjun ini memiliki panorama alam yang menakjubkan dan asri, dikelilingi oleh pohon-pohon dan batuan berukuran besar. Dengan ketinggian air terjun sekitar 40 meter ini, aliran air terjunnya cukup deras, jernih, dan sangat segar saat bersentuhan dengan kulit. Debit airnya pun sangat deras sehingga dari kejauhan, suara gemuruh jatuhnya air sudah terdengar.

Lokasi Air Terjun Way Kalam berada di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.  Air terjun Way Kalam berada di kaki Gunung Rajabasa, di bagian barat puncak gunung. Kira-kira sekitar 2 kilometer  jaraknya dari puncak gunung.  Traveler dapat merasakan kesejukan aliran air yang berasal dari Gunung Rajabasa Lampung ini, saat berkunjung ke air terjun ini. Wisata alam ini memiliki panorama yang menakjubkanTraveler dapat menikmati kesegaran air dan kesejukan udara yang berpadu dengan panorama khas hutan yang asri. Lokasinya jauh dari permukiman dan juga perkotaan, sehingga cocok untuk merefresh otak.

Air Terjun Way Kalam
Eksotisme Air Terjun Way Kalam, Photo by @Ean_War

Lokasi air terjun ini tidak begitu jauh dengan Ibukota Kalianda. Jaraknya sekitar 18 km dengan waktu tempuh normal sekitar 30 menit perjalanan dari Kalianda. Jika Traveler pergi dari Bandar Lampung, jaraknya sekitar 78 km dengan waktu tempuh dua jam setengah.

Rute menuju Air Terjun Way Kalam jika dari Kota Kalianda bisa melalui jalan yang mengarah ke Kecamatan Pengengahan. Jika sudah sampai di Penengahan lanjutkan ke arah Desa Way Kalam. Nanti bertemu gapura besar di kanan jalan yang menunjukan lokasi air terjun. Banyak rambu-rambu berupa papan penunjuk jalan menuju air terjun yang sudah banyak tersebar, yang memudahkan Traveler menemukan lokasi air terjun ini.

Yang perlu diperhatikan adalah, perjalanan dari Penengahan jalannya menanjak dan berkelok, namun sudah di aspal halus. Begitu sampai di Desa Way Kalam, Traveler akan menemukan  jalan kecil yang sudah diberi papan petunjuk menuju air terjun.  Setelah membayar tiket, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 200 meter dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Selama perjalanan,  Traveler akan melewati perkebunan warga dan juga tebing yang cukup curam, menyusuri jalan setapak yang menurun cukup terjal. Namun itu semua akan terbayarkan dengan  pemandangan indah yang disajikan air terjun yang satu ini.

Air Terjun Way Kalam
Ada Kolam Tempat untuk Berendam

Letak air terjun ada di dalam kawasan hutan KPH Rajabasa, sehingga udara disekitar benar-benar menyejukkan. Tak heran airnya pun masih sangat dingin.  Traveler yang tak kuasa untuk segera bermain air, disekitar air terjun ada kubangan besar dan dalam sehingga cocok untuk mandi dan berenang.

Pesona air terjun ini begitu indah dengan banyak pepohonan rimbun di dekatnya, belum lagi bebatuan yang berada di bawah air terjun menambah daya tarik dalam mengabadikan foto.  Wisata ini sangat cocok bagi pencinta adrenalin, karena untuk mencapai ke air terjun, Traveler harus menyusuri jalan setapak yang menurun dan cukup terjal berupa ratusan anak tangga.  Jangan khawatir, anak tangga – anak tangga ini dikemas sedemikan rupa oleh pengelola, dengan menyiapkan tali pembatas untuk mudah dipegang selama perjalanan menuju lokasi.  Hati-hati jika musim hujan, jalanan disini sangat licin.

Air Terjun Way Kalam
Sejuknya Aliran Air yang berasal dari Gunung Rajabasa, Photo by @ndylst

Disepanjang jalan, lagi-lagi panorama sekitar menyuguhkan beraneka ragam tumbuhan seperti  kakao, pisang dan pohon durian yang menjulang tinggi disisi kanannya, sedangkan disisi kiri didominasi bebatuan tebing, tak ketinggalan suara tonggeret yang saling bersahutan menambah suasana seakan menyatu dengan alam.(Puteri)