Menikmati Sensasi Keindahan Danau Toba dari Menara Pandang Tele

Sensasi Menikmati Keindahan Danau Toba

Menara Pandang Tele
Setiap Lantai Menjanjikan Sudut Keindahan Berbeda

Siapa yang tak kenal Wisata Alam Danau Toba?  Wisatawan lokal maupun asing, tak pernah bosan untuk membicarakan keindahan alam objek wisata ini. Dari waktu ke waktu, pemerintah setempat pun selalu membuat terobosan-terobosan baru untuk menjaga dan menciptakan berbagai spot keindahan di tempat ini.  Keindahan danau ini memang sangat menakjubkan.  Danau Toba memiliki panorama alam yang tak terbantahkan, meluluhlantahkan hati, selalu memukau dari berbagai sisi.  Seperti dari tempat satu ini, dimana Traveler dan para fotographer akan termanjakan menikmati keindahan dari berbagai sudut panorama Danau Toba dan sekitarnya.  Inilah Menara Pandang Tele!

Menara Pandang Tele
Puncak menara, Spot Foto Asyik, Photo Dok. MenaraPandangTele

Sungguh, dari Menara Pandang Tele ini, Traveler akan puas menikmati legenda kecantikan dan keelokan Danau Toba. Namanya Menara Pandang Tele. Dari tempat ini, Traveler dapat melihat indahnya Danau Toba secara menyeluruh dari atas ketinggian.  Dari setiap lantainya, bangunan yang berdiri dengan empat lantai (lantai ke empat merupakan puncak menara) ini memberikan pemandangan yang berbeda-beda. Ketika berada di lantai dua menara, Traveler akan terpukau melihat pemandangan sekitar melalui balkon yang disediakan. Dan begitu juga di lantai tiga, Traveler dapat melihat pemandangan dari dalam melalui dinding-dinding kaca.  Selain itu, untuk mendapatkan posisi menikmati pemandangan alam Danau Toba dan sekitarnya yang maksimal, jelajahilah menara ini sampai ke puncaknya.  Ini merupakan posisi terbaik dan terasyik untuk menyaksikan keelokan alam Danau Toba dari segala penjuru. Permukaan airnya yang berwarna biru yang menyajikan pantulan alam danau yang sangat cantik, serta memandang jajaran perbukitan pinus yang mengelilingi sisi danau, yang dapat terlihat sangat sempurna.

Menara Pandang Tele
Spot yang Instagramable, Photo Dok. MenaraPandangTele

Dari puncak menara ini juga, Traveler dapat melihat Air Terjun Sampuran Efrata dan sebagian dataran Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah danau.   Cobalah bergeser sedikit ke sisi bagian kiri, pemandangan yang menakjubkan siap memanjakan mata.  Traveler akan terpesona dengan pemandangan Gunung Pusuk Buhit,  gunung yang menjadi legenda asal usul nenek moyang Suku Batak.  Juga menikmati hamparan sawah dan pemandangan pedesaan nan sangat elok.

Menara Pandang Tele ini sangat direkomendasikan bagi fotographer yang siap membidikkan kelihaian jari jemarinya dalam merekam keindahan panorama alam.  Setia sudut dari menara ini, jepritan jitu yang menghasilkan gambar-gambar alam nan pesona, selalu terwujud.

Sejarah Menara Pandang Tele

Ketika Samosir masih menjadi bagian dari Pemerintahan Kabupaten Tapanuli, dibangunlah Menara Pandang Tele pada tahun 1988, oleh Pemerintah Kabupaten Dairi dalam rangka mendongkrak minat masyarakat untuk berwisata ke Danau Toba. Namun, saat Tapanuli Utara dimekarkan, di era akhir tahun ‘90an, Menara Pandang Tele masuk ke dalam bagian Kabupaten Samosir, hingga akhirnya menjadi bagian administrasi Pemeriantah Kabupaten Samosir di awal 2000an.

Bangunan Menara Pandang Tele ini menyerupai mercusuar namun berbentuk kubus yang memiliki 3 lantai.  Lantai ke 3 merupakan puncak menara, dimana Traveler akan puas memandang luasnya Danau Toba dan sekitarnya. Tinggi bangunan ini berkisar 20 meter.  Dari ketinggian inilah Traveler akan termanjakan untuk menikmati pemandangan salah satu surga di Tanah Batak ini dengan sangat luas.  Saat paling nikmat mengunjungi Menara Pandang Tele ini, yaitu ketika matahari terbit dan terbenam, karena pada jam-jam itu, alam menyajikan pemandangan Danau Toba yang sangat sendu dan romantis.  Dan untuk masuk kesini, Traveler hanya dikenai biaya masuk Rp 7,000 dan biaya parkir kendaraan Rp 2,000 dengan jam buka pada pukul 06.00 sampai 24.00 waktu setempat.

Menara Pandang Tele
Jalan Yang Berkelok, Photo by Melalakdisini

Menara Pandang Tele berada di Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.  Objek wisata ini tepat terletak di tikungan tajam menuju kota Pangururan dari arah Kabupaten Dairi.   Menara pandang ini berada di sisi Jalan Tele yang merupakan satu-satunya akses menuju Pulau Samosir melalui darat.  Bagi Traveler yang berasal dari Kota Medan, untuk menuju tempat ini  dapat mengambil rute Kabanjahe menuju Sidikalang dan Tele, dengan waktu tempuh kurang lebih 4,5 jam.  Hati-hati dan selalu waspada bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi, karena jalan menuju menara pandang ini cukup berkelok dengan tikungan yang cenderung agak tajam.

Traveler memang harus mencoba menjajaki objek wisata ini.  Karena, menara ini merupakan lokasi terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba dan sekelilingnya secara maksimal. Sebagai bangunan tertinggi di Samosir, Traveler dapat melihat keelokan Danau Toba dari sisi yang berbeda.

Menara Pandang Tele
Rumah Kaca Tempat Jajanan, Photo by @MarissaSitorus

Tak hanya menyajikan pemandangan alam semata, pemerintah setempat juga membangun sebuah tempat beristirahat bagi para wisatawan yang datang. Fasilitas ini sering disebut sebagai rest area. Letaknya tidak jauh dari menara.  Rest area ini merupakan bangunan berbentuk rumah dengan dindingnya yang terbuat dari kaca.   Bentuknya sangat unik, sehingga rest area ini juga menjadi inceran bagi pencita swaphoto.  Bangunan seluas 241 meter ini terdiri dari dua lantai dengan dilengkapi fasilitas mushola, kamar mandi yang cukup banyak serta balkon. Disini terdapat beraneka ragam menu kuliner khas Sumatra Utara yang disediakan oleh pihak pengelola.  Traveler dapat beristirahat disini, terutama bagi yang lelah setelah menaiki tangga Menara Pandang Tele tadi,  atau tempat ini juga pas untuk sekedar bersantai sambil melihat pemandangan Danau Toba dari dalam ruangan.(Rafa)