Pesona Wisata Gunung Putih Tanjung Selor

Dinamai Gunung Putih karena warnanya memang benar-benar putih karena tanahnya mengandung unsur kapur. Kita bisa mendaki hingga ke puncak bukit, memandang kota Tanjung Selor dari ketinggian.

Tanjung Selor merupakan ibukota provinsi Kalimantan Utara yang menjadi anak bungsu alias provinsi termuda di Indonesia. Walau relatif baru, Tanjung Selor juga memiliki potensi obyek wisata yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Salah satunya adalah Gunung Putih yang terletak di jalan lintas Bulungan – Malinau, sekitar 15 kilometer dari pusat kota tepatnya di daerah Tanjung Palas.

Dinamai Gunung Putih karena warnanya memang benar-benar putih karena tanahnya mengandung unsur kapur. Kita bisa mendaki hingga ke puncak bukit, memandang kota Tanjung Selor dari ketinggian. Namun bila usia sudah semakin tua, sebaiknya cukup di kaki bukitnya saja karena cukup terjal untuk mendakinya. Bagi yang pernah atau melihat Citatah di Padalarang, kondisinya agak mirip, bedanya di sini masih belum ada penambang yang merusak gunung tersebut.

Dari tepi jalan Trans Kalimantan lokasinya tak terlalu jauh masuk ke dalam. Namun sayangnya kondisinya kurang terawat dengan baik. Ada tempat parkir yang tidak terlalu luas di dalam, serta bangunan kantor, aula, dan toilet yang tidak terurus. Namun hal tersebut tidak mengurangi keindahan gunung putih yang menjulang di hadapannya.

Dari parkiran kita meniti anak tangga untuk mencapai kaki bukit. Di sini kita bisa berhenti sejenak, untuk menikmati udara yang masih bersih, serta pemandangan alam yang masih hijau. Bagi yang masih kuat mendaki, bisa melanjutkan perjalanan hingga ke atas bukit dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit saja. Di atas terdapat gundukan untuk nangkring melihat pemandangan kota, dan di belakangnya terdapat pemandangan alam yang masih asri.

Bila sudah puas menikmati pemandangan indah dari puncak bukit, kita bisa beristirahat di warung bakso yang terletak dekat parkiran. Di sini juga boleh untuk sekedar ‘nangkring’ sambil menikmati secangkir kopi, melepas lelah setelah mendaki bukit yang tak terlalu tinggi tersebut. Sebaiknya memang membawa cemilan atau makanan sendiri, karena hanya ada satu-satunya warung tersebut di sini. Tapi ingat sampahnya dibawa lagi turun, jangan dibuang sembarangan agar tidak mengotori lingkungan sekitarnya.

Disarankan untuk membawa kendaraan sendiri karena tidak ada angkutan umum yang menuju ke lokasi. Bisa juga menggunakan ketinting menyusuri sungai Kayan dari pusat kota Tanjung Selor, lalu turun di dekat jembatan dan dilanjutkan perjalanan menggunakan ojek. Tetapi ojeknya harus mau menunggui kita sampai selesai berwisata agar bisa kembali pulang ke kota.

Tak butuh waktu lama untuk berkunjung ke gunung putih, cukup 1-2 jam saja sudah cukup puas untuk naik dan turun kembali, serta berhenti sejenak menikmati udara segar dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa. Waktu berkunjung bisa berangkat pagi hari, atau sore hari sekalian karena udara di siang hari cukup panas.

Untuk menuju Tanjung Selor ada pesawat langsung dari Balikpapan atau naik kapal cepat dari Tarakan. Selain itu ada bis perintis Damri dari Malinau dan Tanjung Redeb, yang merupakan kota terdekat. Jadi untuk berkunjung ke Tanjung Selor sebaiknya satu paket dengan Derawan yang dekat dengan Tanjung Redeb atau Tarakan.(Diaz/Kuniel)