Rock Bar, Sensasi Tahun Baru Pulau Dewata

Bertengger 14 Meter di Atas Ombak

Rock Bar Bali
Desain Minimalis Dengan Platform Open-Top,Photo by @wildchameleons

Pernahkah terpikirkan merayakan tahun baru di Pulau Dewata Bali? Yuk, rencanakan dari sekarang! Traveler dapat memilih tempat terbaik seperti pantai, klub malam atau atap gedung untuk menikmati kembang api.  Namun ada satu tempat lagi yang penuh sensasi, yang tidak kalah seru dari tempat-tempat biasanya. Tempat hiburan yang terletak di pinggir tebing batu.  Wow, kebayang serunya seperti apa.

Tempat ini namanya Rock Bar Bali di Ayana Resort and Spa yang berlokasi di Jalan Karang Mas Sejahtera, Jimbaran, Badung, Bali.  Di sini Traveler dapat berpesta pora sampai hitungan mundur dimulai. Rock Bar Bali terletak di atas tebing kapur terpencil di selatan Teluk Jimbaran. Saat matahari mulai terbenam, keindahannya dapat dirasakan seketika.

Rock Bar Bali
Sunset di Rock Bar Bali, Photo by @rockbarbali

Bahkan beberapa yang terbang ke Bali hanya untuk merasakan koktail khas tempat tersebut serta pemandangan luar biasanya. Terlebih musik dari DJ lokal hingga internasional akan membuat Traveler melepas penat dan beban hidup.

Bertengger 14 meter di atas ombak, Rock Bar Bali adalah sebuah pusat kecil dengan langit luas dan Samudera Hindia sebagai latarnya. Ada banyak meja bundar di serambi bawah dan beberapa anak tangga lagi membawamu ke bar utama, yang dibatasi oleh sekat kaca.

Desain inovatif bar tersebut digagas oleh Yasuhiro Koichi dari studio desain Jepang, Spin.   Area geladak kayu memberikan titik pandang tambahan di kedua sisi batu utama, yang membentang di sepanjang pantai, salah satunya diakses melalui goa alami. Dinding goa berkilau dengan apa yang tampak seperti kristal, mineral seperti kuarsa.

Rock Bar Bali
Geladak Kayu Memberikan Titik Pandang Tambahan, Photo by rockbarbali

Bagian tengah bar dibangun menggunakan ribuan lapisan tongkat kaca daur ulang dan dibuat oleh seniman kaca Jepang yang berbasis di Bali, Seiki Torige. Para bartender dan tim pramusaji mengenakan pakaian hitam khas yang elegan. Di tengah meja anyaman segala cuaca, Traveler akan menemukan menu silinder tegak.

The Rock Bar menampilkan desain minimalis dengan platform open-top yang dibangun dengan mulus di atas formasi alami. Pencahayaan ambient dari sekitar bar dan bayangan saat matahari terbenam, bersama dengan lentera perahu nelayan tradisional yang menghiasi pemandangan laut, menambah daya tarik dramatis bar.

Pergi ke bar itu sendiri adalah sebuah pengalaman. Melewati halaman rumput hijau puncak tebing Ayana, Traveler akan melihat 2 cara untuk turun, keduanya memberikan pemandangan dari atas yang spektakuler.

Pertama adalah ‘jalan sulit’ menuruni tangga panjang yang menghantar ke Kisik Bar & Grill, restoran seafood mewah resor dengan meja di atas pasir. Melanjutkan ke Rock Bar, Traveler berjalan-jalan di sepanjang jalan lintas dasar tebing di sekitar kolam pantai samudra.

Rock Bar Bali
Terletak di Pinggir Tebing Batu, Photo by @ayanaresort

Akses kedua ke Rock Bar adalah pilihan yang mudah, menggunakan kereta yang digerakkan oleh kabel ke bawah. Harapkan antrian, terutama saat-saat sebelum waktu matahari terbenam. Antrian dibagi menjadi 2, salah satunya adalah ‘jalur cepat’ yang diperuntukkan bagi tamu hotel.

Jika Traveler memiliki tenaga, gunakanlah ‘cara yang sulit’ karena ada beberapa perhentian di sepanjang turunan yang memberikan momen pemandangan dan fotografi pemandangan laut dan cakrawala, pantai dan dasar tebing, dan yang terpenting, Rock Bar Bali.  Namun sebelumnya, pastikan terlebih dahulu jam buka tempat ini.   Yah, Rock Bar Bali buka pada hari Senin hingga Kamis, mulai pukul 16.00 hingga tengah malam. Kemudian untuk hari Jumat hingga Minggu mulai pukul 16.00 hingga 01.00.(Ipg)