Wisata Religi dan Bersejarah di Makam Sunan Pandanaran

Arsitekturnya bernuansa hindu-islam

Wisata Religi,
Wisata Religi, Makam Sunan Pandanaran

Kata siapa yang sesuatu yang berbau peninggalan sejarah itu membosankan? Jika masih ada anggapan seperti itu, sepertinya Traveller harus coba destinasi satu ini deh! Ya, mengunjungi Makam Sunan Tembayat yang berlokasi di Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya yang hanya membutuhkan kira-kira waktu 30 menit dari Alun-alun Klaten, semakin membuat situs bersejarah ini ciamik. Berada pada  Gunung Jabalkat, membuat traveller yang menyukai hal-hal yang berbau sejarah semakin penasaran.

Makam Sunan Pandanaran
Wisata Religi Makam Sunan Pandanaran

Sunan Tembayat, Sunan Pandan Arang atau Sunan Panandaran II adalah salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa Tengah. Ia adalah Bupati Semarang pertama, dan salah satu murid Sunan Kalijaga Yogyakarta. Traveller pasti sudah tahu dong, bahwa Sunan Kalijaga adalah seorang Wali Sanga yang diutus menyebarkan agama Islam pada masyarakat Jawa. Keilmuannya tidak diragukan lagi dan banyak hal-hal diluar nalar yang dapat dilakukan Sunan Kalijaga, yang menjadi alasan mengapa banyak orang yang segan dan dengan hormat bersedia untuk berguru dengannya.

Kembali kepada Kyai Pandanaran, ia khusus menyiarkan Islam di daerah Bayat dan sekitarnya. Kepiawaiannya meyakinkan orang-orang untuk memeluk keyakinan yang sama dengannya membuat Islam berkembang pesat disana. Tak ketinggalan, ia pun mendirikan sebuah masjid di atas Gunung Jabalkat yang difungsikan sebagai tempat utama untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama yang kelak diberi nama Masjid Golo.

Makam Sunan Pandanaran
Wisata Religi, Makam Sunan Pandanaran

Arsitektur Bernuansa Hindu-Islam

Makam ini berbentuk kompleks yang hingga saat ini masih ramai dikunjungi dari berbagai daerah. Pemandangan awal, Traveller akan disuguhkan suasana pemukiman warga lengkap dengan rumah-rumah bernuansa Jawa yang beratap joglo serta rindangnya pohon yang ditanam warga di pekarangan rumahnya masing-masing. Untuk sampai ke puncak makam, harus menaiki anak tangga yang jumlahnya cukup membuat lutut bergeser. Namun traveller tak perlu membayangkan perjalanan yang sangat melelahkan, karena sepanjang jalan menuju puncak terdapat banyak kios-kios yang menjajakan makanan khas atau pernak-pernik yang menjadi kebanggaan Bayat sebagai komoditi utama desa tersebut. Hal ini akan menjadi hiburan sesaat ketika merasa lelah. Atau jika Traveller tak kuat untuk meniti anak tangga, bisa memilih alternatif lain dengan menaiki ojek motor yang sudah disediakan.

Makam Sunan Pandanaran
Wisata Religi, Makam Sunan Pandanaran

Kompleks makam tembayat terbagi atas enam lingkup dan masing-masing terpisah oleh pintu masuk. Pada lingkup halaman, traveller akan merasakan aura akulturasi antara dua agama yang sangat kental, yaitu Hindu dan Islam. Terbukti pada bagian halaman terdapat bangunan masjid utama dan berbau kejawen dengan ciri khas atap joglo dan kayu-kayu jati berdiameter hampir lebih dari 20 cm, yang menegaskan bahwa pilar yang kokoh seperti halnya kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa. Dan jika menjorok sedikit, dapat ditemui banyak gapura dengan jenis yang berbeda-beda.

Hal tersebut menandakan bahwa pengaruh Hindu sangat kuat pada masa itu dan kemudian digubah menjadi nuansa islami oleh Sunan Tembayat. Cungkup Makam Sunan Tembayat sendiri terdapat pada lingkup bagian akhir yang merupakan wilayah tertinggi dan tersuci.

Undak-undakan tersebut berlapis-lapis yang dimulai dari makam kerabat dan keluarga, diakhiri dengan makam Sunan Tembayat sendiri. Traveller dapat ikut berdoa di dalamnya atau sekadar bertanya tentang sejarah lokasi tersebut kepada juru kunci. (AN/IPG)