Candi – Candi ‘Asyik’ di Yogyakarta

Namanya jarang disebut, padahal keindahan dan sejarahnya tak kalah heboh dengan candi-candi ternama lainnya.

Bangunan-bangunan bersejarah seperti candi, banyak tersebar di beberapa titik di kota Yogyakarta. Namanya jarang disebut, padahal keindahan dan sejarahnya tak kalah heboh dengan candi-candi ternama lainnya. Yang pasti, candi-candi ini tetap asyik disatroni!

Berikut ini indonesiatraveler.id merangkum beberapa candi-candi di Yogyakarta yang wajib Traveler kunjungi. Pastinya, setelah ‘penyakit corona’ ini hilang dari bumi Indonesia dan seluruh dunia, yah!

Candi Ratu Boko

Candi Boko, disebut juga sebagai situs Ratu Boko yang merupakan situs purbakala bekas bangunan istana raja.
Kompleks bagunan ini erat dikaitkan dengan kisah Candi Prambanan, yakni legenda Roro Jonggrang. Candi Ratu Boko terletak di sebuah bukit dengan ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha, terdiri dari gapura utama, candi pembakaran, lapangan, kolam, pendopo, paseban, hingga goa.

Suasana yang nyaman, sejuk dan pemandangan indah, dapat dinikmati begitu naik ke atas. Yah, hamparan rumput yang sangat luas serta pemandangan indah ini menjadi daya tarik utama Candi Ratu Boko. Apalagi siluet sunsetnya yang mengesankan, membuat para pemburu foto selalu meramaikan sore di Candi Ratu Boko ini.

Lokasi Candi Ratu Boko tidak jauh dari Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta. Untuk masuk ke candi ini, Traveler dikenai biaya 40 ribu saja, namun untuk wisatawan asing dikenai biaya 25 USD.

Candi Plaosan

Candi Plaosan terbagi dua, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, dan disebut juga Candi Kembar, karena kedua candi memiliki teras segi empat yang dikelilingi dinding tempat bersemedi, yang berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Jika dilihat dari jauh, kedua candi ini hampir serupa.

Permukaan teras Candi Plaosan sangat halus, hal ini berbeda sekali dengan teras di candi-candi lainnya yang dibangun pada waktu yang bersamaan. Selain bangunan candinya yang cantik, lokasinya yang berada di tengah areal persawahan membuat pemandangan semakin eksotis. Sesekali terdengar bunyi gemerincing gerobak sapi yang melintas di tengah sawah, juga para petani yang asyik membajak sawah. Sungguh suasana yang menenangkan.

Terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Untuk berwisata kesini, Traveler dikenai biaya 10 ribu saja.

Candi Sari

Bisa dikatakan, Candi Sari hampir sama dengan Candi Plaosan dalam segi bentuk dan relief. Dahulu, Candi Sari merupakan tempat belajar serta berguru para bhiksu juga Wihara Budha. Berlokasi di desa Bendan, Kelurahan Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan. Candi ini disebut juga Candi Bendan, karena sesuai dengan desa tempat candi ini berada.

Pada Candi Sari terdapat tiga tingkatan, dengan memiliki 36 pahatan arca. Berdasarkan arca dan relief dewa yang terpahat, diketahui bahwa Candi Sari ini berlatar belakang Budha. Banyak cerita dan legenda di balik Candi Sari ini.

Selain itu, panorama pemandangan disini juga sangat menarik. Di sekeliling candi terdapat rerumputan hijau yang asri dan udaranya yang sangat sejuk sehingga membuat nyaman pengunjung yang berwisata ke candi ini. Hanya dengan Rp5.000, Traveler dapat melihat candi berbentuk persegi panjang dengan ukuran 17,30 x 10 meter ini. Candi Sari ini masih terletak satu area dengan Candi Kalasan dan terletak tidak jauh juga dari Candi Sambisari dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta.

Candi Ijo

Candi Ijo merupakan sebuah kawasan percandian bercorak Hindu yang dijuluki sebagai candi tertinggi di Yogyakarta. Candi Ijo yang dibangun sekitar abad ke-9 ini, terletak di ketinggian 410 meter di atas permukaan laut yang berlokasi 4 km arah tenggara dari Candi Ratu Boko, atau 18 kilometer di sebelah timur Yogyakarta. Dengan membayar tiket Rp 5.000 per orang, Traveler dapat menikmati keindahan disini.

Secara keseluruhan, arsitektur Candi Ijo merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertingginya berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Disebut Candi Ijo karena dibangun di sebuah bukit bernama Bukit Hijau atau Gumuk Ijo. Tak heran, banyak wisatawan yang kesini untuk berburu foto sunset. Yah, selain menyajikan pemandangan rerumputan nan hijau, keindahan sunset yang terekam di candi Ijo sungguh sangat memukau. Menikmati sunset di Candi Ijo ini sangat memuaskan mengingat letaknya yang berada di ketinggian, sehingga memungkinkan pandangan mata melihat sunset di antara pemandangan kota Yogyakarta yang indah.(Nil/berbagai sumber)