Mengintip Keindahan Negara Iran

Memiliki destinasi wisata yang mengagumkan

Iran, Istana Golestan photo by Ahmadi Sultan

Iran telah lama dikenal sebagai pusat peradaban, budaya dan arsitektur yang luar biasa. Pada zaman kuno, wilayah ini dikenal dengan sebutan Persia, salah satu kerajaan sejarah kuno terbesar di dunia yang membentang dari wilayah Afrika Utara dan Anatolia ke Timur Tengah hingga perbatasan India. Tidak banyak orang tahu, kalau negara dengan wilayah terluas kedua setelah Arab Saudi ini, memiliki desinasi wisata yang mengagumkan. Yah, negara ini menawarkan pemandangan alam, keindahan, sejarah dan arsitektur yang sangat luar biasa.

Persepolis

Persepolis merupakan kompleks reruntuhan istana yang dibangun oleh nenek moyang orang Persia pada era Kekaisaran Akhemeniyah. Dibangun pada masa pemerintahan Darius I (486-552 SM) sekitar 518 SM yang kemudian dilanjutkan anaknya Xerxes I (465-486 SM), dan cucunya Artaxerxes I (425-464 SM). Namun kompleks ini kemudian diserbu oleh Aleksander Agung pada sekitar 330 SM.

Iran, Persepolis
Iran, Persepolis

Bangunan di kompleks Persepolis terbagi atas tiga kelompok yaitu kawasan militer, kawasan perbendaharaan (ruang harta), dan balai resepsi serta kediaman sementara raja. Struktur utama antara lain Tangga Agung, Gerbang Semua Bangsa (Gerbang Xerxes), Istana Apadana Darius, Balai Seratus Tiang, Balai Tripylon Hall, dan Istana Tachara milik Darius, Istana Hadish milik Xerxes, Istana Artaxerxes III, Bendahara Kemaharajaan, Istal kuda kerajaan, serta rumah Kereta Perang.

Persepolis berasal dari bahasa Yunani yang artinya kota orang Persia. Sedangkan dalam bahasa Persia, tempat ini dinamakan Takht-e Jamshid yang artinya tahta jamshid. Jamshid sendiri memiliki makna sebagai nama raja Persia di zaman kuno.

Di balik gunung batu yang membentengi Persepolis, terdapat tempat makam Kaisar Persia dari era Kekaisaran Akhemeniyah. Keunikan Necropolis atau kota kematian ini terletak pada dinding bukit yang terjal. Di dinding itu dipahat lukisan relif yang sangat indah dan tetap bertahan hingga ribuan tahun kemudian. Relif tertua di Necropolis diperkirakan sudah ada 1000 SM. Sebagian relif itu juga berasal dari era Kekaisaran Sassania.

Iran, Badab-e Surt photo by Hadi Karimi
Iran, Badab-e Surt photo by Hadi Karimi

Badab-e Surt

Sangat menakjubkan berada di lokasi ini. Objek wisata di Orost ini berbentuk bertingkat karena fenomena alam. Yah, terkesan seperti trap-trap persawahan yang nyentrik, namun disini tidak ada padi yang tertanam, melainkan kubangan mineral berkontur kenyal yang berasal dari sumber mata air panas prasejarah. Dari jauh, pemandangannya tampak seperti sawah kaca-kaca. Terasering yang terbentuk secara alami ini dikenal sebagai Badab-e Surt.

Aliran air mengalir indah di atas travertine yang masuk dalam lokasi provinsi Mazandaran, Iran. Travertine adalah formasi batu kapur yang diendapkan mata air mineral, khususnya mata air panas. Di atas travertine berwarna karat inilah, genangan air yang terkena cahaya matahari terlihat berkilauan beraneka warna. Jika sedang beruntung, ketika cahaya matahari menyentuh terasering ini, Traveler akan menikmati warna merah, oranye dan kuning memenuhi seluruh permukaan air tersebut. Refleksi dari langit dan awan terkadang memendarkan warna biru di permukaan Badab-e Surt ini. Sungguh menjadi panorama lukisan alam yang mempesona.

Situs ini terbentuk akibat pertemuan dua mata air mineral panas yang menyisir gunung setinggi 1.840 kaki di atas permukaan laut, mengendap selama ribuan tahun pada zaman Pleistosen dan Pliosen yang akhirnya menjadi lereng bentuk tangga berundak. Badab-e Surt tercatat sebagai daftar warisan alam Iran kedua pada tahun 2008.

Arg-e Bam, Bam, Iran, Middle East
Arg-e Bam, Bam, Iran, Middle East

Arg-e Bam

Bam ialah sebuah kota gurun kuno di Provinsi Kermān, Iran selatan. Terletak di selatan kota Kerman dan di utara Teluk Persia dan Teluk Oman, tingginya lebih kurang 1.100 meter dari permukaan laut. Menikmati kota Bam, Traveler dapat mengunjungi kastil-kastil pasir dengan monumen paling terkenal, yaitu Arg-e Bam. Arg-e Bam dibangun sekitar 2.000 tahun yang lalu di bawah Kekaisaran Parthia. Benteng ini dibangun dari khesht (batu bata yang terbuat dari lumpur yang dikeringkan di bawah sinar matahari).

Sempet hancur luluh lantah akibat gempa, namun situs ini berhasil dipertahankan. Landmark ini direkonstruksi setelah gempa bumi yang terjadi pada 2003. UNESCO mendaftarkan kota Bam dan lanskap budayanya sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2004.

Iran, Situs Sejarah Pasargadae
Iran, Situs Sejarah Pasargadae

Pasargadae

Pasargadae adalah ibu kota pertama Kekaisaran Achaemenid pada abad ke-6 SM, yang didirikan oleh Cyrus Agung dan juga merupakan tempat bersemayam dia. Kini tempat ini merupakan situs arkeologi. Situs ini merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO dan dikenal sebagai kekaisaran multikultural pertama yang menghormati keragaman budaya. Reruntuhan istana dan benteng terlihat di situs ini, tetapi fitur utamanya adalah mausoleum atau makam Cyrus Agung.

Istana Golestan

Terletak tak jauh dari Grand Bazaar Teheran, istana ini menjadi pusat pemerintahan dinasti Qajar. Arsitekturnya sangat keren, merupakan perpaduan desain Persia awal yang dipengaruhi Barat pada dinasti ini. Ada kolam renang yang megah, ruang hijau, dan façade (bagian muka bangunan) mosaik terletak di seluruh kompleks ini. Sementara, interior bangunannya sangat  bervariasi, seperti terlihat dari aula besar yang diterangi dengan lampu gantung berumbai, namun meredupkan sudut-sudut cermin yang nyaman dan kaca patri.  Fantastisnya, hampir di seluruh bangunan ditempatkan hasil mahakarya pelukis Kamal ol-Molk. Di sini, traveler bisa berfoto dengan dandanan seperti pangeran atau putri Qajar dan latar belakang arsitektur Persia.

Istana Golestan  adalah istana berbenteng yang merupakan salah satu bangunan tertua dan bersejarah di jantung Kota Tehran. Didirikan pada masa Dinasti Safavid abad ke-15. Istana yang dibangun tahun 1524 ini dilengkapi kolam-kolam indah, serta arsitektur bangunan yang sangat megah bergaya timur tengah abad 19. Bangunan disini sudah beberapa kali mengalami renovasi, dengan perpaduan dekorasi Victoria Eropa, namun tetap mempertahankan nilai sejarah kekhalifahan Islam zaman dahulu. Tak salah jika UNESCO menetapkannya sebagai salah satu warisan dunia.

Iran, Isfahan photo by Wikipedia
Iran, Isfahan photo by Wikipedia

Isfahan

Isfahan merupakan pusat wisata sejarah dengan sajian lingkungan yang berkesan mengembalikan kejayaan pada masa Shah Abbas pada abad ke 17 masehi. Dinasti ini memberikan kontribusi besar bagi keindahan artistik Kota Isfahan dengan peninggalan-peninggalan berupa taman-taman kota, arsitektur, bangunan, dan masjid-masjid yang membuat kagum mereka yang berkunjung ke Isfahan, terutama orang-orang Eropa.

Salah satu destinasi yang megah di kota ini adalah Naghshe Jahan Square. Kubahnya menjadi penanda keindahan arsitektur masa lalu. Alun-alun terluas kedua di dunia ini berukuran 500 meter kali 160 meter persegi. Kompleks Naghs-e-Jahan berada di jantung Kota Isfahan, yang juga dikenal dengan sebutan Meydan Emam. Keindahan tempat ini membuat badan dunia, Unesco mencatatnya sebagai warisan budaya dunia. Di sekitar Meydan Emam ini, ada beberapa tempat bisa dikunjungi. Selain bazar atau pasar, ada Masjid Emam atau dikenal juga Masjid Shah, Masjid Lotf Allah, dan Istana Ali Qapu. Benar-benar merupakan keindahan seni arsitektur Persia yang fantastis.(Niel/ Berbagai Sumber)