Menyusuri Istiklal Street, Spot Wisata Favorit di Turki

Turki menjadi salah satu tujuan wisata favorit pada saat ini.  Meskipun pandemi Covit-19 masih mewabah di sejumlah negara, namun Turki sudah membuka gerbang pariwisatanya untuk menerima wisatawan berkunjung kenegaranya. Namun dengan sejumlah protokoler kesehatan yang diterapkan bagi setiap wisatawan yang akan masuk ke negaranya.  Turki memang selalu menawarkan keindahannya serta nilai-nilai sejarah yang sangat istimewa.  Negara yang berada di dua benua ini, Benua Asia dan Benua Eropa, memang selalu menjadi tujuan wisata banyak orang.

Salah satu spot wisata yang asyik dan juga banyak peminatnya di Turki yaitu Istiklal Street, salah satu titik pertemuan paling populer, pusat kegiatan rekreasi dan jalan-jalan indah di Istanbul. Dalam Bahasa Turki, Istiklal berarti “Kemerdekaan”.   Istiklal Street adalah salah satu tempat bersejarah di Istanbul. Jalan yang panjangnya 1,5 kilometer ini diwarnai bangunan-bangunan lama dengan arsitektur khas Ottoman di sebelah kanan dan kiri jalan. Keindahan ini menarik jutaan wisatawan ramai-ramai mengunjungi tempat ini setiap hari.

Istiklal Street
Sepanjang Jalan Istikklal Street, Photo by Wikipedia

Istiklal Strett lebih tepatnya bernama Istiklal Caddesi.  Di tempat ini, Traveler akan menemukan berbagai jenis penjual.   Ada cokelat, roti, pakaian, buku, musik, bioskop, kafe, restotan, klub malam, galeri seni, dan masih banyak lagi. Tak heran jalanan ini selalu ramai setiap harinya, bahkan di akhir pekan kunjungan wisatawan kesini semakin membludak, meramaikan sepanjang Istiklal Street.  Jalanan yang panjang ini berakhir di Taksim Square, sebuah tempat yang menjadi jantung kota Istanbul.

Taklim Square berada di Distrik Beyoglu (dulunya Distrik Pera), Istanbul bagian Eropa. Tempat ini menjadi objek utama bagi wisatawan asing dan sekaligus tempat favorit warga untuk berkumpul. Central Station Istanbul Metro juga berada di sini. Begitu juga keberadaan trem tradisonal Turki yang berwarna merah, Highlight Istiklal Caddesi,  yang sudah beroperasi sejak tahun 1875. Rutenya dari Taksim Square sampai ke ujung satunya dari Istiklal Caddesi yakni Tunnel Square, dekat Galata Tower. Selain mobil polisi dan mobil pejabat pemerintahan, hanya trem Highlight Istiklal Caddesi, kendaraan yang boleh melintas di jalan ini.

Istiklal Street
Madame Tussauds Wax Museum di Istiklal Street

Taksim Square pun disebut-sebut sebagai jantung kota Istanbul modern.  Disini ada Monument of Republic yang dipahat oleh pemahat Italia bernama Pietro Canonica, dan diresmikan tahun 1928. Monumen setinggi 11 meter ini dibangun untuk memperingati ulang tahun ke-5 berdirinya Republik Turki tahun 1923.

Istiklal Caddesi (Independence Avenue), dulu disebut Grande Rue de Pera, juga gudangnya para gerobak penjual makanan, seperti penjual kastanye (chestnut) bakar, jajanan khas Kota Turki. Banyak juga toko-toko yang menjual camilan yang menjadi oleh-oleh wajib Turki yakni baklava (sweet pastry khas Turki), Turkish delights (lokum), kunefe/ kanafeh (semacam pastry juga), juga dondurma (es krim khas Turki plus atraksi penjualnya).

Sepanjang Istiklal Street, akan banyak bangunan-bangunan klasik dan tempat-tempat wisata yang bisa dinikmati. Traveler akan menemui Gedung Konsulat Perancis, gedung yang indah yang terletak tepat di awal Jalan Istiklal, di sebelah kanan. Ini juga merupakan pusat budaya yang menawarkan pelajaran, acara, dan festival bahasa Perancis sepanjang tahun. Ada juga Gereja Katolik Armenia Surp Voskeperan yang terletak di belakang konsulat.

Istiklal Street
Salah Satu Sudut Asyik di Istiklal Street

Teruslah menyusuri jalanan ini, Traveler pun akan menemui Madame Tussauds Wax Museum, yaitu museum lilin dan pusat hiburan yang terletak di tempat seluas 2.000 meter persegi di gedung Grand Pera di Istiklal Avenue. Madame Tussauds adalah jaringan museum untuk replika lilin seukuran selebriti terkenal dan ikon bersejarah.  Disini, selain patung lilin selebritis mancanegara juga ada pahlawan sejarah dan budaya dari Turki. Tempat ini sangat menyenanagkan terutama untuk keluarga dan anak-anak.

Sepanjang jalan ini, Traveler juga akan melihat gereja dengan bangunan klasik, seperti gereja St. Anthony of Padua Church. Gereja ini bergaya neo-Gothic, dibangun antara tahun 1906 hingga 1911 oleh seorang arsitek Italia Giulio Mongeri. Gereja ini merupakan salah satu gereja terbesar yang juga memiliki komunitas Katolik terbesar di Istanbul.

Istiklal Street
St Anthony of Padua Church di Istiklal Street

Jalan Istiklal adalah jalan tersibuk di Istanbul. Dan, setiap siang dan malam, baik di musim panas dan musim dingin, pada jam berapa pun, Traveler selalu menemui banjirnya penduduk lokal dan turis di sini. Terletak di distrik Beyoglu, sebelumnya disebut Pera, yang merupakan pusat seni dan budaya. Jalan Istiklal membentang dari Taksim Square yang berada di  ujung utara, dan berakhir di Tunel Square berada di ujung selatan, yang mengarah ke Galipdede Street dan kemudian ke Galata Mevlevihanesi (Penginapan Darwis) yang terkenal dengan gerbang bersejarahnya.

French Street juga akan ditemui jika Traveler tetap mengikuti sepanjang Istiklal Street ini. Terletak di jalan belakang sekitar Galatasaray Square, di tengah Jalan Istiklal, French Street  adalah jalanan dengan panorama yang indah yang dibuat dengan gaya Perancis. Sebelumnya dikenal sebagai Jalan Aljazair.  Disini, Traveler dapat menikmati cita rasa Perancis dan pengaruh Perancis di gang-gang sempit yang indah, trotoar, gedung bertingkat yang semuanya ini telah dipugar dengan indah, butik dan galeri, toko kue, rumah anggur, kafe, dan restoran yang mengkhususkan diri pada masakan dan anggur Perancis.

Dunia malam yang heboh akan ditemui Traveler di sepanjang Asmalimescit.  Ini merupakan jalan yang cukup  populer dan area hiburan malam hari yang terletak di antara Tepebasi dan Jalan Istiklal. Traveler dapat menikmati suasana ramai di jalan-jalan sempitnya dengan keberadaan kafe, tempat makan, pertunjukan seni terbuka, dan banyak lagi. Daerah ini adalah pusat kehidupan malam hebat lainnya di Istanbul. Daerah tersebut mungkin akan menghibur pengunjung hingga pagi hari.

Museum Pera adalah museum pribadi yang didirikan oleh Suna dan Inan Kirac Foundation pada tahun 2005. Museum ini terletak di Tepebasi, dekat Taksim.  Museum ini menampilkan layanan budaya dan seni berkualitas tinggi kepada para pengunjungnya seperti lukisan, ubin, dan keramik.

Sejumlah karya nama-nama besar ada disini, seperti Jean Dubuffet, Henri Cartier-Bresson, Rembrandt, Niko Pirosmani, Josef Koudelka, Joan Miró, Akira Kurosawa, Marc Chagall, Pablo Picasso, Fernando Botero, Frida Kahlo, Diego Rivera, dan Goya.

Istiklal Street
French Street di salah satu sudut Istiklal Street, Photo by Peradays

Untuk para pecinta belanja, Istiklal Street bisa jadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi. Di sana Traveler dapat menemukan souvernir khas Turki seperti pashmina, karpet, pajangan dan berbagai tempat makan yang melezatkan.(Niel)

Subscribe

Related articles

Tradisi Unik Saat Ramadhan di Pontianak

Bulan Ramadhan merupakan satu dari dua belas bulan hijriah yang paling...

Pengalaman Denny Sumargo Hampir Dijemput Maut Saat Traveling

Aktor Denny Sumargo (35) memiliki hobi melakukan jalan-jalan (traveling),...

Kue Khas Aceh Cocok Disajikan untuk Takjil Buka Puasa

Masih bingung mau buka puasa pakai apa? Nah, kue...

Dubai sambut Ramadhan di bawah Sengatan Matahari

Kehidupan di Dubai bisa dikatakan berhenti selama siang hari...

Wisata Religi di Masjid Al Jabbar Bandung

Anda mungkin sudah tidak asing dengan nama masjid yang satu ini...
spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here