Pantai Sambunyi, Surga Tersimpan di Maluku Tenggara

Membawa Traveler Terlena dengan Merasakan Ketenangan yang Hakiki Masuk ke Relung Jiwa

Maluku, Pantai Sambunyi

Indonesia memang memiliki kekayaan alam yang sangat banyak dan beragam. Kekayaan alamnya yang selalu indah ini, kerap menarik hati para Traveler. Meskipun tempat-tempat itu tersembunyi letaknya, bahkan medan yang ditempuh cukup riskan dan sangat melelahkan. Namun hal itu bukan tantangan besar bagi kebanyakan Traveler. Begitu keindahan alam terlihat di depan mata, akan mengobati segala kelelahan yang pernah dirasa. Seperti ketika langkah memilih untuk mengeksplore Pantai Sambunyi, pantai yang terletak di Maluku Tenggara ini. Rasa takjub pun tak putus-putus keluar dari bibir, mengagumi lukisan alam Sang Maha Khalik.

Maluku, Pantai Sambunyi
Maluku, Pantai Sambunyi

Pantai Sambunyi, sesuai dengan namanya, terletak cukup tersembunyi, merupakan wisata alam yang terletak di Tanjung Boina, tepatnya di balik tebing karang Pulau Asutubun, Saumlaki, Maluku Tenggara. Air biru nan jernih yang dikelilingi oleh karang-karang kokoh, membuat siapapun yang berkunjung kesini enggan untuk pulang. Meskipun areanya tidak terlalu luas, namun tetap menyita waktu untuk berlama-lama menikmati segala keindahan ‘keajaiban’ alam Pantai Sambunyi ini. Pohon-pohon yang rimbun di sekelilingnya, menjadi salah satu background yang sangat instagramable bagi Traveler yang menyukai feed Instagram bertema air ini. Seru, dan sangat mengasyikkan!

Akses menuju Pantai Sambunyi hanya bisa melewati jalur air tepatnya dimulai dari Pantai Kelyar. Dari sini, Traveler harus menempuh perjalanan dengan menggunakan long boat tanpa atap, yang akan dipandu oleh warga sekitar. Kendaraan tersebut mampu menampung maksimal sampai enam orang. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 30 menit ini akan terasa cepat berlalu, karena selama perjalanan, pandangan mata akan dimanjakan oleh keindahan pemandangan hutan bakau, gagahnya tebing-tebing karang yang ada di sisi kiri dan kanan serta birunya laut yang menyegarkan mata.

Maluku, Pantai Sambunyi
Maluku, Pantai Sambunyi

Karena Pantai Sambunyi ini berada di balik tebing karang, dimana di puncaknya terdapat Monumen RI dan merupakan puncak tertinggi di Saumlaki, Traveler pun harus mendaki tebing ini. Terdapat dua jalur untuk memasuki kawasan ini, yaitu dari depan dengan melewati gerbang tebing, lalu satunya lagi melewati samping dengan cara memanjat karang. Jika ombak kencang dan air surut, Traveler tidak bisa melewati gerbang tebing tapi harus melewati karang dengan cara memanjat.

Pendakian ini menghadapi medan yang cukup terjal, untuk itu disarankan agar memakai alas kaki yang nyaman dan tebal, untuk melindungi kaki agar tidak terluka. Pendakian ini kurang lebih memakan waktu 15 menit untuk sampai di Pantai Sambunyi. Jangan lupa, ketika berada di puncak karang tadi, sempatkan sesaat untuk merekam dan memandang panorama keindahan yang maha dahsyat cantiknya, yah… memandang dari atas keindahan hamparan Pantai Sambunyi ini.

Maluku, Pantai Sambunyi
Maluku, Pantai Sambunyi

Selain menikmati keindahan pantai dari pinggirannya, banyak aktifitas lain yang dapat dilakukan disini. Jernihnya biru laut se akan-akan memanggil Traveler untuk berenang, bercengkerama dengan air laut atau pun snorkeling menikmati biota bawah laut. Dengan air yang sejuk serta hembusan angin pantai, akan membawa Traveler terlena, merasakan ketenangan yang hakiki masuk ke relung jiwa. Tebing-tebing tinggi yang mengapit Pantai Sambunyi ini, akan menciptakan rasa, seakan-akan tengah berada di pantai pribadi.

Dibalik pesona indah yang disuguhkan, terdapat sebuah cerita yang menarik dari penamaan pantai ini. Dilansir dari situs Super Adventure, diceritakan bahwa dari penuturan warga setempat, dahulu ada seorang bernama Bung Amus yang berasal dari daerah Olilit.  Bung Amus terkenal jahat, suka mabuk dan kalau mabuk suka memukul orang. Dia dikejar oleh polisi dan kabur ke Pantai Sambunyi. Namun, dicari polisi kemanapun tidak pernah ketemu. Setelah aman barulah dia keluar ke Pulau Satu dan mencuri makanan dari tambak warga, bolak-balik. Bisa dikatakan dialah penemu Pantai Sambunyi.(Kuniel)