Tanjung Bloam, Surga Tersembunyi di Lombok Timur

Dua Tebing Cadas yang Ikonik

Tanjung Bloam
Tanjung Bloam dengan keindahan alam yang natural

Lagi-lagi Lombok!  Seakan tidak ada habis-habisnya dijelajahi, kembali Lombok menyajikan keindahan alamnya yang luar biasa menakjubkan.  Pantai yang agak tersembunyi ini, memiliki pesona yang luar biasa indahnya. Sebuah nirwana yang belum tersentuh di salah satu sudut Pulau Lombok. Yah, Tanjung Bloam, pantai yang tersembunyi di Kabupaten Lombok Timur, masuk dalam kawasan Jerowaru.  Bagaimana tidak tersembunyi, lokasi Tanjung Bloam berada di balik hutan jati, dan masih jarang dikunjungi wisatawan.  Tanjung ini menyuguhkan panorama keunikan bebatuan cadas yang sangat menakjubkan, yang menjorok ke laut sekaligus memiliki gugusan tebing-tebing nan indah. View dua batuan cadas yang tak beraturan yang mengapit dan menjorok ke pantai inilah, yang sangat fenomenal dan jadi salah satu spot andalan keindahan tanjung ini.

Air lautnya berwarna biru jernih, berpadu dengan hamparan pasir putihnya nan lembut.  Kekhasan yang paling menonjol di Tanjung  Bloam ini adalah, dominannya keindahan tebing-tebing dari batuan cadas, menambah eksotis panorama alam pantai ini.  Kombinasi yang sangat cantik dari laut, pasir dan tebing, dengan keindahannya masing-masing.  Birunya laut, putihnya pasir serta  tebing-tebing yang berwarna kuning keemasan yang apik dengan corak hitam tidak beraturan ini, semuanya menyatu menjadikan Tanjung Bloam menjadi surga tersaji di Lombok Timur ini.

Tanjung Bloam
Gagahnya Bebatuan Cadas dan Tebing

Menilik lebih detail keberadaan batuan cadas dan tebing di Tanjung Bloam ini, sungguh asyik.  Karang-karangnya yang terbentuk secara alami ini, sudah tercipta  dengan indahnya. Melihat pahatan alam ini, jelas memang tak bisa ditiru manusia.  Sungguh unik penempatannya. Pada bagian kiri, tampak tebing berbentuk seperti kue bakpao, sedangkan pada bagian sisi kanan tampak tebing berbentuk tak beraturan dan menjorok ke arah pantai. Warna tebing yang nyaris kekuningan ini berpadu dengan warna hitam, terlihat sangat kontras dengan warna air laut yang biru dan jernih.

Tanjung Bloam memiliki keindahan alam yang masih sangat natural karena memang belum banyak dikunjungi wisatawan.  Hal inilah yang membuat keasrian dan kebersihan di lingkungan wisata ini masih sangat terjaga.  Selain itu, Tanjung Bloam juga merupakan daerah konservasi penyu yang memiliki habitat di sekitar tebing, dan berada di sepanjang garis pantai yang terbentang dari ujung utara hingga ujung selatan.

Tanjung Bloam
Perpaduan Biru Laut dan Kuning Tebing

Untuk mencapai lokasi wisata keren ini, memang tidak mudah.  Perjalanannya saja memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam melalui perjalanan darat dari Kota Mataram ke Pantai Tanjung Bloam.  Jalur perjalanan yang ditempuh sama dengan menuju ke Tanjung Ringgit, tapi sebelum memasuki ke area Tanjung Ringgit, terlebih dahulu belok ke kanan dengan jalan yang lebih sempit.  Sekitar kurang lebih 500 meter dari tikungan itu, terdapat sebuah pendopo kecil yang menunjukkan bahwa sudah sampai ke Tanjung Bloam.

Sudah bukan hal baru lagi, Traveler pasti akan langsung mengabadikan tempat cantik seperti ini ke dalam photo-photo yang siap diunggah ke sosial media.  Tanjung Bloam memang memiliki pemandangan eksotis yang instagramable banget, namun yang perlu diwaspadai adalah ombak besar yang bisa secara tiba-tiba datang.  Hal ini sudah banyak memakan korban.  Untuk itu, jangan sekali-kali selfi dengan membelakangi lautan. Selfi di batu-batu cadas atau bukit-bukitnya juga keren, tapi tetap hati-hati. Jangan berdiri di sisi-sisi tebing, selain memang berbahaya namun struktur tanahnya juga tidak stabil, tiba-tiba bisa rapuh.

Tanjung Bloam
Pasir putih nan halus di Pantai Tanjung Bloam

Keseruan dan keasyikkan lainnya yang bisa dinikmati di Tanjung Bloam ini, selain menikmati spot-spot keren lainnya yang dapat dijadikan perburuan fotography, seperti background dengan icon batuan bertebing yang ditumbuhi pepohonan hijau, Traveler juga dapat melepaskan penat dengan hanya duduk santai di sekitaran pesisir pantai sambil menikmati pesona birunya air laut serta desiran ombak yang lembut.  Apalagi sambil menantikan sunset tiba, sungguh sangat memukau dan sulit dilupakan.(Nil)