Pesona Keindahan Taman Laut Bunaken

Surganya bagi para penyelam dunia.

Taman Nasional Bunaken menjadi favorit para wisatawan yang berkunjung ke Manado untuk melihat keindahan karang-karang lautnya. Walau tergolong mahal, alangkah ruginya kalau tidak menyempatkan diri mampir di Bunaken walau hanya sekali saja seumur hidup.

Bunaken merupakan pulau yang berada di mulut Teluk Manado, bersama dengan Pulau Manadotua, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, dan Pulau Naen membentuk gugusan Taman Nasional Bunaken. Taman Nasional ini biodiversitas kelautannya merupakan salah satu yang tertinggi di dunia dengan 90 spesies ikan dan 390 jenis terumbu karang yang bertebaran di dasar lautnya, serta aneka mamalia laut, moluska, dan mangrove.

Taman Nasional Bunaken diresmikan pada tahun 1991 setelah sebelumnya dilakukan penelitian oleh para ahli kelautan mengenai keindahan bawah lautnya. Pemerintah sudah mendaftarkan Bunaken untuk menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2005 namun belum mendapatkan respon hingga saat ini.

Luas pulau Bunaken sendiri sekitar 8 km2 dan berfungsi sebagai tempat transit untuk menyelam. Para wisatawan yang ingin diving atau snorkling dapat berganti kostum di pulau ini karena tersedia tempat penyewaan alat untuk menyelam. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap mulai dari toilet hingga rumah makan serta ada beberapa resort untuk menginap.
Untuk menuju Bunaken kita harus menyewa kapal untuk rombongan dengan muatan sekitar 15-20 orang dari pelabuhan Marina atau pasar Bersehati. Jadi kalau ingin menghemat harus cari rombongan lain atau ikut travel karena hitungan sewanya per kapal, bukan per orang. Satu kapal sewanya antara 1 – 1,5 juta rupiah tergantung ukuran dan jenis kapal.

Biasanya kapal yang ke Bunaken menyediakan kaca di bawah perahu sehingga memudahkan bagi yang tidak suka berenang dan menyelam untuk melihat terumbu karang dan ikan-ikan yang berkeliaran di dasar laut. Kalau kurang puas dengan pemandangan di kaca bisa menyewa alat selam dengan tambahan biaya tersendiri, berkisar sekitar 300-400 ribu rupiah termasuk foto-foto di dasar laut dan jasa pemandu.

Bunaken merupakan surga bagi para penyelam yang penasaran dengan keanekaragaman hayati bawah lautnya. Terdapat sekitar 12 titik selam di sepanjang lepas pantai Bunaken dari total 40 titik selam di seluruh Taman Nasional Bunaken. Biasanya pemandu akan mengarahkan spot-spot yang paling menarik untuk foto dan berselfie ria.
Bagi yang tidak suka menyelam juga tak perlu khawatir karena bisa melakukan aktivitas lain seperti berenang di pantai atau nangkring di warung kopi sambil menikmati pemandangan laut dan gunung di pulau Manadotua. Selain itu agar tidak bosan bisa mengitari pulau yang tidak terlalu besar dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau naik ojek. Toh dari kapal juga sudah bisa melihat dasar laut walau kurang memuaskan karena dibatasi oleh kaca.

Waktu berkunjung sebaiknya dimulai pagi hari sekitar jam 8 hingga 9 untuk menghindari cuaca panas. Kemudian kapal menyeberang sekitar 40 – 60 menit sekalian melihat-lihat dasar laut dari kaca yang terpasang di badan kapal. Setelah itu kapal merapat ke dermaga dan bagi yang ingin menyelam bisa berganti kostum terlebih dahulu. Waktu penyelaman berkisar 1-2 jam tergantung seberapa puas melihat-lihat pemandangan bawah laut.

Saat waktu makan siang segala aktivitas termasuk menyelam sudah selesai. Tinggal pilih apakah makan siang di Bunaken atau kembali ke Manado. Mau lanjut hingga sore atau menginap juga bisa, dengan konsekuensi biaya sewa kapal meningkat bila melebihi hari. Kalau sudah cukup puas sebaiknya makan siang di Manado karena lebih banyak variasinya ketimbang di Bunaken.(Diaz/Kuniel)