Sensasi Kuliner Kota Sukabumi Yang Melezatkan

Sajian Kulinernya Menggoyang Lidah Tak Henti-Henti

Bubur Ayam BuNut
Lezatnya Bubur Ayam BuNut

Sukabumi, sebagai salah satu kota tujuan wisata di Jawa Barat ini, memiliki kekayaan kulinernya yang sangat beragam.  Kuliner khas sunda yang unik dan pastinya, nyesel kalau tidak dicoba. Berikut ini Indonesiatraveler.id mengangkat 6 sajian khas sundaan ala Sukabumi yang legend dan selalu diminati banyak orang.

Bubur BuNut

Bubur BuNut merupakan warisan kuliner yang wajib Traveler icip. Dimakan selagi hangat-hangat, pas dengan udara Kota Sukabumi yang cukup dingin.  Tak heran, bubur BuNut menjadi salah satu kuliner asal Kota Sukabumi  yang banyak diminati. Bubur Ayam BuNut  bertempat di Jl. Siliwangi, No. 93, Sukabumi, telah berdiri sejak tahun 1981 dan sampai saat ini pemiliknya masih generasi pertama.

Bubur ayam BuNut memang tidak jauh berbeda dengan bubur ayam kebanyakan.  Perbedaannya hanya pada toppingnya yang disajikan dengan suwiran daging ayam, kacang kedelai, bawang goreng, cakwe serta kecap secukupnya. Suwiran daging ayamnya yang membuat beda dengan bubur ayam lainnya.  Yah, tekstur ayam suwirnya lembut sedikit crispy dan rasanya gurih.  Perbedaan berikutnya adalah, adanya daun bawang.  Selain itu, di bubur ayam BuNut, ada sajian tambahan berupa kroket, risol goreng isi bihun.  Makanan ini disini disebut kroket, merupakan pendamping setia untuk menyantap bubur ayam. Tekstur kroketnya renyah, serta bihunnya sangat pas ketika disantap bersamaan dengan bubur ayam yang lembut dan masih panas. Itulah yang membuat spesial dari Bubur Ayam BuNut Siliwangi ini!

Geco

Geco merupakan singkatan dari tauge dan tauco. Di Sukabumi Geco menjadi kuliner khas yang wajib dicoba. Selain bahan dasarnya tauge dan tauco, seporsi Geco juga dilengkapi dengan potongan ketupat, mi sagu, dan irisan tahu kecil-kecil yang kemudian disiram dengan bumbu tauco. Ciri khas dari makanan ini adalah lumuran tauco yang merupakan kunci dari kelezatan Geco ini.  Bumbunya sangat khas. Bumbu geco sendiri terbuat dari biji kedelai yang direbus, dihaluskan, kemudian diaduk dengan tepung terigu, dan dibiarkan hingga tumbuh jamur fermentasi lalu dimasak. Bumbu taoco inilah yang membuat sajian ini menjadi sangat lezat dan membahana.

Geco
Geco, kelezatannya sulit dilupakan

Tempat sajian Gejo yang paling legend di Sukabumi yaitu di daerah Pasar Gang Arab di Kota Sukabumi. Di sana ada penjual Geco yang sudah turun temurun berjualan makanan khas ini. Selain itu, juga Geco-nya Bu Yayat yang bermarkas di jalan Jendral Sudirman.  Sebutannya, Geco Samsat Ibu Yayat. Dijuluki seperti ini, karena tempat jualannya itu berada didekat Samsat Kota Sukabumi, dan nama si penjual adalah Ibu Yayat. Geco Samsat ini mulai buka dari pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB. Tapi, jika sedang ramai, pukul 12.00 pun dagangan sudah habis.

Kue Mochi

Kue Mochi merupakan salah satu sajian khas Sukabumi yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Tekstur kue yang kenyal dan rasanya yang gurih, membuat Kue Mochi ini sangat sayang  dilewati begitu saja jika sedang mengunjungi Sukabumi.

Mochi
Mochi Lampion Selalu favorit

Namun, yang paling favorit dan selalu diuber para pemburu kuliner yaitu mochi lampion. Terbuat dari tepung ketan yang ditaburi tepung tapioka berisi kacang tanah halus. Ada banyak warna dan rasa yang dapat dijadikan alternatif pilihan. Kue mochi Lampion memiliki aneka rasa seperti rasa suji pandan, vanilla, mocca, strawberry, durian, mangga, pisang ambon, wijen, keju, blueberry, jeruk, dan melon.  Uniknya, makanan ini disajikan dalam keranjang mini dari bambu.  Pengolahan mochi ini sudah terjamin dan terbukti keenakan rasanya, hingga awet untuk beberapa waktu. Dijamin bagi yang sudah mencoba, akan ketagihan lagi!

Bandros

Kue Bandros selintas mirip seperti kue pukis atau kue pancong.  Bandros merupakan kue yang terbuat dari ulenan tepung beras, kelapa parut dan juga santan. Bandros yang paling legendaris dan terkenal di Sukabumi adalah Bandros Ata.  Ata ini lah yang menjadi penggagas menjual bandros pertama, yang akhirnya membuat kuliner ini menjadi legenda di Sukabumi. Hingga saat ini resep yang digunakan pun masih dipakai turun temurun, dan sekarang sudah ada di generasi ketiga sejak tahun 1973.

Bandros
Bandros, Rasanya Legit

Rasa kue Bandros manis dan gurih.  Sajian kuliner ini sangat nikmat disantap sambil menyeruput secangkir kopi atau segelas teh manis hangat.  Untuk berburu kuliner ini, Traveler cukup pergi ke lokasinya di Jalan Gudang No.4 Sukabumi.  Jam bukanya dari pukul 20.30 sampai 06.00 WIB.

Surabi Sukabumi

Yang membedakan kue surabu Sukabumi dengan surabi di daerah lainnya adalah, surabi Sukabumi terbuat dari durian. Rasa duriannya sangat khas, membuat daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin mencicipi.  Untuk mendapatkan surabi ini, Traveler dapat berburu ke Jalan Jenderal Soedirman.  Disana banyak pedagang yang menawarkan surabi.

Surabi
Surabi Rasa Duren,… Yummy!

Roti Priangan

Roti Priangan, merupakan makanan khas Kota Sukabumi yang legendaris dan selalu diminati banyak orang.  Bahkan, rasa roti ini sangat khas dan kuat, identik mewakili Kota Sukabumi.  Roti yang memiliki adonan khusus ini sangat diburu para wisatawan dan mereka yang berkunjung ke Sukabumi. Rasa yang enak dan lezat menjadi salah satu pesona yang sulit ditolak untuk memanjakan lidah.

Roti Priangan dengan nama Oey Tjiang Lie, mulai berdiri sejak tahun 1943.  Sampai saat ini, kelezatan roti ini tak pernah pudar dan tetap bertahan, meskipun aneka penganan makin marak beredar. Siapa pun yang mencoba Roti Priangan ini, langsung terhipnotis akan kelezatannya yang luar biasa sulit dilupakan.

Roti Priangan
Roti Priangan, Kuliner Sukabumi yang Legendaris

Uniknya, meskipun produksi Roti Priangan ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, namun proses produksinya masih menggunakan mesin dan oven tradisional. Untuk mencicipi Roti Priangan langsung dari pabriknya, Traveler dapat datang langsung ke jalan Parigi Blok A2 No.31 Kota Sukabumi. Pabrik ini memproduksi berbagai pilihan rasa, diantaranya coklat, kismis, keju, nanas, pisang coklat dan juga gula susu. Dan enaknya lagi, roti ini hanya bisa bertahan satu hari karena tidak menggunakan bahan pengawet.(Niel)