Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!

Tradisi Adat Ratusan Tahun Masih Dipertahankan

Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!
Wisata Desa Penglipuran yang sangat terkenal keindahan dan kebersihannya, Photo by @360bali

Jika ingin merasakan dan menikmati suasana atau lingkungan khas Bali, berkunjunglah ke desa wisata yang ada di Bali.  Yah, destinasi wisata di Bali tidak semata pantai saja, melainkan banyak spot-spot wisata Bali yang menyajikan keindahan alam beserta kelestarian adat istiadat budayanya.  Seperti mengunjungi desa wisata – desa wisata di Bali.

Berikut ini 4, Desa Wisata Bali yang disajikan, yang dapat Traveler masukkan ke dalam list perjalanan wisata nanti!

Desa Penglipuran

Keindahan panorama alam cantik di Desa Penglipuran sangat menakjubkan.  Kondisi desanya yang tertata cantik, bersih, dan otentik, kental dengan khas Bali yang masih sangat terjaga.  Desa yang terletak di Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli – Bali ini, siap menyuguhkan pemandangan apik nan cantik, berupa tatanan rumah-rumah tradisional yang berjejer rapi di sepanjang kanan dan kiri jalan, dengan suasana asri dalam balutan konsep tradisional Bali.

Desa Penglipuran berada di dataran tinggi sekitar kaki Gunung Batur atau berada 600-700 meter di atas permukaan laut.  Tak heran, udara disinipun masih sangat sejuk.  Nama desa ini berasal dari kata ‘Pengling Pura’ yang artinya adalah tempat suci untuk mengenang para leluhur.

Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!
Wisata Desa Pengliputran, bangunan rumahnya mirip

Kehidupan warganya pun terlihat begitu harmonis.  Hal ini ini juga dapat dilihat dari bentuk rumah-rumahnya yang seragam, desainnya mirip dengan luas bangunan hampir sama dan saling terhubung melalui lorong.  Sangat apik dan indah dilihatnya. Dengan segala kelebihan dan keindahannya, Desa Penglipuran seringkali mendapat penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional karena kondisinya yang tertata cantik, bersih, dan sangat otentik.

Jika Traveler ingin berkunjung, sebelum memasuki gerbang desa, kendaraan yang dibawa harus diparkir di tempat yang sudah disediakan.  Disini, Traveler dapat menginap di beberapa homestay yang tersedia. Selain menikmati suasana alam pedesaan yang asri nan otentik, Traveler juga dapat belajar tradisi-tradisi unik Bali, aturan adat, serta berbagai ritual yang selalu diadakan di Bali.

Salah satu peraturan adat disini adalah, dilarangnya poligami dan poliandri.  Jika ada ketahuan, tak tanggung-tanggung hukum adat pun akan diberlakukan, yaitu dikucilkannya si pelanggar di suatu tempat yang bernama Karang Memadu, yang terletak di sisi desa arah paling selatan.

Desa Kertalangu

Desa wisata satu ini terletak berdekatan dengan kota ramai yang penuh aktivitas perekonomian, yaitu Denpasar.  Namanya Desa Kertalangu.  Tepatnya terletak di kawasan Denpasar Timur, dengan menyajikan keindahan alamnya nan asri.  Dengan memiliki luas sekitar 80 hektar, Desa Kertalangu  merupakan ikon wisata budaya yang ada di Bali. Suasana desa ini memiliki kekhasan yang sangat kental yaitu ruang hijau dengan hamparan sawah yang sangat luas.  Desa Budaya Kertalangu juga menerapkan konsep budaya Bali tempo dulu.  Traveler akan ditawarkan jajanan makanan tradisional serta ramuan tradisional khas Bali.

Untuk melengkapi keseruan berwisata disini, desa ini pun juga dilengkapi dengan jalur jogging track, wisata berkuda, kolam pancing, outbond, area industri kerajinan khas Bali, dan banyak keseruan lainnya.  Untuk industri dan kerajinannya, desa ini memiliki beragam kerajinan tangan yang dpat dilihat langsung oleh wisatawan, seperti membuat lilin, keramik, gelas, batu, produk kaca dan garmen. Juga terdapat kerajinan pembuatan aneka patung dari batu paras serta pembuatan gentong taman dari tanah liat. Tak heran, desa ini selalu dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!
Desa Kertalangu merupakan ikon wisata budaya di Bali

Desa Budaya Kertalangu terletak di kawasan Sanur, Denpasar tepatnya di Jalan Bay Pass Ngurah Rai, jalan ini merupakan akses menuju Desa Sukawati dan Ubud.  Jarak yang ditempu hanya sekitar 35 menit dari Bandara International Ngurah Rai, atau sekitar 20 menit dari kawasan Kuta serta kurang lebih 45 menit dari kawasan Nusa Dua.

Desa Tenganan Pegringsingan

Desa Tenganan Pegringsingan merupakan desa yang sangat menjaga tradisi, adat, budaya, kesenain dan tatanan berkehidupan di desanya, sehingga desa ini masuk dalam kategor Bali Aga.   Jika Traveler berkunjung kesini, siap-siap merasakan suasana Bali kuno dengan segala otentiknya, warisan budaya turun temurun yang selalu dijaga kelestariannya.

Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!
WIsata Desa Tenganan Pegringsingan yang sangat otentik

Desa yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali Timur ini, juga dikenal dengan hasil kerajinannya, seperti Kain Gringsing, kain tenun Bali yang dikerjakan dengan teknik dobel ikat. Waktu pembuatannya cukup lama dan pemakaian warnanya pun berasal dari tumbuh-tumbuhan.  Kain Gringsing merupakan kerajinan khas desa ini.  Keberadaan Kain Grinsing sudah terkenal sampai ke mancanegara.

Peraturan adat yang sudah berlangsung sejak abad ke 11 dan diperbaharui pada tahun 1842, masih diterapkan pada warga desa ini, yaitu aturan adat yang disebut awig-awig.  Termasuk mempertahankan deretan rumah adat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.  Desa ini dikelilingi banyak sawah dan tanaman, sehingga menciptakan panorama lingkungan yang masih terlihat asri dan alami. Bahkan, kerbau milik warga pun bebas berkeliaran di pekarangan rumah.  Berkunjung ke Desa Tenganan Pegringsingan bukan hanya berwisata saja, namun dapat menjadi sarana edukasi mengenai keberadaan budaya tradisional Indonesia, yang kerab dijaga dan dilestarikan keberadaannya.

Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!
Merasakan Suasana Bali Kuno di Desa wisata Tenganan Pegringsingan

Sambil belajar sejarah, budaya, adat, serta menikmati keindahan rumah adat dan nuansa lingkungannya yang menyenangkan ini, Traveler dapat berkunjung ke toko yang menjual banyak kerajinan Desa Tenganan. Mulai dari anyaman bambu, ukiran, lukisan yang diukir di atas daun lontas yang sudah dibakar, serta kain geringsing.

Desa Tigawasa

Desa wisata satu ini berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, letaknya berada di ketinggian sekitar 500-700 meter dari permukaan laut (mdpl).   Inilah Desa Tigawasa, salah satu desa di Bali yang tidak mengenal istilah pembakaran mayat walaupun tetap ada upacara ngaben.  Mayat hanya dikubur. Konon katanya warga disini menganut kepercayaan Dewa Swambu.  Sehingga acara penguburan mayatnya juga berbeda, mayat tidak di taruh di dalam peti, melainkan hanya dibungkus dengan kain batik lalu di kubur. Dan tradisi ini berlangsung secara turun temurun, tetap dijaga.

Tradisi adat lainnya yang tetap dipertahankan adalah tradisi Meboros Kidang atau sebutannya memburu kijang atau rusa yang akan digunakan sebagai sarana pecaruan untuk menyambut menyambut hari raya sipeng adat/nyepi desa.

Yuk, Berkunjung ke Desa Wisata Bali!
Mampir ke Menara Pandang di Desa Wisata Tigawasa

Selain adat istiadat yang sudah berusia ratusan tahun dipertahankan dan menjadi daya tarik desa ini, panorama alamnya pun juga sangat menjanjikan untuk dinikmati.   Traveler akan melihat begitu banyak perkebunan dan sawah yang memanjakan pandangan mata. Yah, Traveler dapat menikmati pemandangan ini sambil menikmati sejuknya udara di Kubu Alam.  Kubu Alam merupakan sebuah tempat singgah bagi masyarakat yang melintasi jalur Desa Tigawasa dari arah Denpasar – Singaraja, begitu juga sebaliknya, dan asyiknya lagi, tempat ini memiliki spot foto menara bambu setinggi 7 meter.  Selain itu, Traveler juga dapat menikmati kopi robusta yang dipetik langsung dari kebun para petani setempat, sambil melihat pemandangan perbukitan dari gardu pandang ini. Jangan lupa untuk membeli kerajinan anyaman bambu berupa sokasi dan bedeg, yang merupakan kerajinan anyaman bambu khas Desa Tigawqasa ini!(Niel/Berbagai Sumber)